POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Jelang 4 hari masa jabatan Bupati Anne Ratna Mustika berakhir, ada musibah kebakaran yang cukup memprihatinkan 4 rumah warga ludes terbakar, sehingga para korban kebingungan untuk membangun kembali rumahnya yang terbakar.

Rumah yang mengalami musibah kebakaran itu tepatnya pada siang menjelang sore Tanggal 16 September 2023 di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

Malam harinya, pihak Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan alakadarnya, untuk para korban kebakaran tersebut.

Baca Juga: Terungkap Aliran Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Setiap Bulan, Kini Menetap di Subang

Adapun bantuan berupa Sembako dan keperluan lainnya, termasuk selimut karena korban kebakaran mendirikan tenda untuk tempat tinggal sementara.

Sehari pasca Kebakaran yang menghabiskan 4 rumah warga itu, Dedi Mulyadi mendatangi lokasi terjadinya kebakaran, untuk membantu para korban yang sedang dilanda kesusahan.

Sayangnya tidak ada kabar berita Bupati Anne Ratna Mustika turun ke lokasi, mungkin cukup dengan mengirimkan BPBD ke lokasi, sehingga Bupati tidak hadir.

Baca Juga: Hasil Survai Bila Pemilu Dilaksakan Sekarang, Nama Dedi Mulyadi Tidak Terkalahkan Kantongi 47,3 %

Gerak cepat Kang Dedi Mulyadi dalam membantu warga patut diacungi jempol. Betapa tidak, begitu mendapat laporan ia langsung mengunjungi dan membantu para korban kebakaran di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Pada Sabtu 16 September 2023 atau sekitar tiga minggu lalu sebanyak empat rumah di Kampung Babakan Cilandak, RT 15 RW 6, ludes dilalap si jago merah. Sehari berselang Kang Dedi sigap datang membantu.

Kedatangan Dedi ke lokasi pun terdokumentasi di kanal youtube Lembur Pakuan Channel tak lama setelah kejadian. Kedatangannya pun langsung disambut oleh warga dan para korban yang berada di tenda pengungsian.

Baca Juga: Serka Dadan Layak Dapat Penghargaan Dari Kasad, Dedi Mulyadi 'Menyelamatkan 35 Anak Dari Bahaya Narkoba'

Tak sekadar berkunjung, ia pun memberikan bantuan untuk membangun rumah korban yang kondisinya sudah rata dengan tanah.

“Pak Kades tinggal lapor ke saya butuh berapa banyak bahan bangunan nanti tinggal dikerjakan gotong royong oleh warga,” ucap Kang Dedi Mulyadi di lokasi.

Ia pun sempat berbincang dengan salah seorang korban yang tinggal di tenda pengungsian. Mereka menyebut api berasal dari tungku di salah satu rumah yang ditinggal oleh pemiliknya.

Baca Juga: Pernyataan Dedi Mulyadi Keras Bikin Kuping Pemimpin Merah 'Fikirkan Ibu Hamil Yang Tidak Punya Biaya Bersalin'

Saat kejadian api dengan cepat melahap empat rumah hingga kondisinya tak lagi bisa dihuni. Selain itu api juga menjilat tiga rumah lainnya yang mengakibatkan rusak ringan.

“Tidak pantas tinggal di tenda seperti ini, kan masih banyak saudara di desa. Mulai sore ini semuanya pindah, kalau tidak mau pindah masih tetap di tenda nanti tidak jadi dibangunkan rumah,” ujar Dedi.

Sehari berselang, bantuan pun turun dan pembangunan rumah bagi para korban bisa langsung digelar dengan cara gotong royong ala masyarakat pedesaan.

Baca Juga: Pernyataan Dedi Mulyadi Keras Bikin Kuping Pemimpin Merah 'Fikirkan Ibu Hamil Yang Tidak Punya Biaya Bersalin'

Peristiwa yang sudah berlangsung hampir sebulan lalu itu pun kembali menyedot perhatian. Sebab sepekan lalu atau Selasa 2 Oktober rombongan dari Pemkab Purwakarta dan DPRD Purwakarta baru berkunjung ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Bantuan diberikan dalam rangka kunjungan kerja Komisi IV DPRD Purwakarta tersebut rupanya kalah cepat dengan yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi.

Rombongan pun dibuat bengong saat melakukan kunjungan sebab rumah para korban sudah dibangun oleh Dedi Mulyadi beberapa hari setelah kejadian kebakaran tersebut.

Kunjungan tersebut dibenarkan oleh Kepala BPBD Purwakarta Heryadi Erlan. Menurutnya saat itu pihaknya hanya mendampingi Komisi IV DPRD Purwakarta.

“Kunjungan itu Selasa minggu lalu. Kami hanya mendampingi anggota dewan Komisi IV, jadi yang membawa bantuan itu dari mereka,” kata Erlan.

BPBD Purwakarta sendiri mengaku telah memberikan bantuan langsung berupa kebutuhan bahan pokok hingga perlengkapan seperti selimut kepada para korban.***