POJOKSATU.id - Calon siswa SMA yang dicoret karena lakukan kecurangan dalam PPDB (penerimaan peserta didik baru) masih tetap bisa mendapatkan pendidikan.
Yakni dengan bersekolah di pondok pesantren atau home schooling.
Untuk diketahui, Disdik Jabar total mencoret 4.791 orang yang batal bersekolah di sekolah favorit.
Baca Juga: Pablo Benua Bela Panji Gumilang, Siap Tanggung Semua Operasionl Al Zaytun
Ribuan calon siswa baru SMA itu dicoret karena melakukan kecurangan atau manipulasi kartu keluarga dan domisili.
Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa pencoretan oleh Disdik kepada calon peserta didik sesuai prosedur.
"Kita coret sejak PPDB tahap 1 dan tahap 2 lalu," jelasnya, Kamis 20 Juli 2023.
Baca Juga: Viral Panglima TNI Desak Panji Gumilang Dihukum Mati, Cek Fakta Berikut Pernyataan Mabes TNI
Wahyu menegaskan, bahwa pencoretan dilakukan karena ribuan calon siswa baru SMA it melakukan manipulasi data.
"Bukan hanya data Kartu Keluarga (KK) saja. Termasuk prestasi juga ada yang dimanipulasi. Sehingga kita lakukan pencoretan," tegasnya.
Wahyu menyarankan, bahwa 4.791 calon siswa SMA yang tidak masuk ke SMA Negeri, disarankan ke bersekolah di pesantren atau home scholling saja.
Baca Juga: Murka Fotonya Digunakan Produsen Produk Pelangsing, Melly Goeslaw Layangkan Somasi
"Solusi bagi 4.791 calon siswa yang tidak masuk ke negeri, bisa ke home scholling atau pesantren," saran dia.
Sebelumnya, pencoretan ribuan calon siswa SMA dalam PPDB 2023/2024 itu diungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
"Mereka mendaftar dengan cara-cara ilegal. Seperti KK (kartu keluarga), domisili yang disiasati, sudah kita batalkan," kata Ridwan Kamil, Senin 17 Juli 2023.
Baca Juga: Banjir Kritikan Karena Dianggap Tak Sopan, Ini Biodata Keisya Levronka dan Ragam Kontroversialnya
Kang Emil, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa dalam proses PPDB ada tim pengaduan yang menerima aduan.
Selanjutnya tim langsung melakukan verifikasi ulang.
"Dan kita sudah membatalkan 4.791 calon siswa yang mencoba mengelabui domisili dan KK-nya," kata dia.
Baca Juga: Erick Thohir Bocorkan Hasil Pertemuan dengan Prabowo dan Jokowi di Istana Bogor, Oh Ternyata
Ia menyatakan, tindakan tegas tersebut diperlukan sekaligus agar menjadi pembelajaran bagi orang tua.
Agar tidak melakukan kecurangan dengan bersikukuh menyasar sekolah favorit untuk anaknya.
Apalagi praktik-praiktik curang ini sudah kerap kali dilakukan setiap proses PPDB.
Baca Juga: Para Jukir Mendadak Adukan Nasibnya ke Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Masalahnya Gara-gara Ini
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi PPDB agar pelaksanaan tahun depan bisa berjalan tanpa ada kecurangan.
Reporter: Arief Pratama




