POJOKSATU.id - 3 influencer kenamaan asal Jawa Tengah, Bakar Production, Ucup Klaten, dan Dimas Zaenal, membidani terbentuknya komunitas Seniman Konten Kreator Jawa Tengah yang disingkat "Sekoteng."

Langkah ini memiliki tujuan kuat, yaitu mengumpulkan dan menggerakkan kreativitas serta inspirasi melalui konten-konten digital yang mempromosikan kekayaan dan keunikan sosial budaya provinsi Jawa Tengah.

Salah satu tujuan utama komunitas ini adalah memberikan wadah bagi para seniman konten kreator asal Jawa Tengah untuk berkolaborasi, tumbuh, dan menghasilkan konten yang memancarkan inspirasi.

Baca Juga: Gardu Ganjar Borong Dagangan UMKM dan Sajikan Jajanan Gratis, Tebar Kebaikan Jumat Berkah

Dengan menggabungkan daya tarik dan pengaruh mereka, ketiganya berhasil menciptakan suatu wadah untuk mendorong pengembangan kreativitas dan pengenalan pada budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.

 

Visi Komunitas Sekoteng

Ucup Klaten, salah satu penggagas 'Sekoteng' mengatakan, pihaknya ingin menciptakan ruang bagi para kreator di Jawa Tengah untuk berjejaring dan menginspirasi.

"Dalam banyak kesempatan, kami menyadari potensi yang luar biasa di Jawa Tengah dan Sekoteng adalah wadah untuk menggali potensi tersebut bersama-sama," kata dia.

Baca Juga: Harry Kane Tertahan di Bandara, Tottenham Belum Izinkan Terbang ke Munich

Sementara itu, Dimas Zaenal, meyakini Jawa Tengah memiliki cerita unik yang harus diceritakan.

"Lewat Sekoteng, kami ingin mendorong masyarakat untuk merayakan identitas budaya kami melalui kreativitas digital," ujar influencer asal Blora dengan jutaan followers ini.

Produser Bakar Production, Tatak Prihantoro, menambahkan, 'Sekoteng' adalah panggilan kepada para kreator di Jawa Tengah, untuk bersama-sama merangkul dan memberikan nilai positif melalui karya-karya terbaik.

Baca Juga: Kembangkan UMKM, Ganjar Creasi Gelar Pelatihan Membuat Topi untuk Pemuda di Sidoarjo

"Kami mengajak mereka untuk bergabung dalam perjalanan ini, karena setiap konten yang kita ciptakan memiliki potensi untuk mengubah pandangan dan membangun komunitas yang kuat,” kata Tatak.

Dimas, Ucup, dan Bakar Production mewakili kisah perjuangan konten kreator merintis karir dari bawah.

Ucup dulunya adalah seorang pedagang telur gulung di alun-alun Klaten.

Sedangkan Dimas seorang pemuda di pedesaan Blora yang tekun bikin konten guyonan khas kampung.

Baca Juga: Umumkan Istrinya Hamil Anak Kedua, Marshel Widianto : Inilah Keluarga Kita yang Subur

Sedangkan Bakar Production, berisi kumpulan para pemain ketoprak dari sebuah kampung di Solo yang terdampak pandemi, lalu merintis pembuatan serial drama komedi berbahasa Jawa yang kemudian digemari di youtube.

 

Kompetisi Video Amatir 'Wajah Jawa Tengah'

Kelahiran 'Sekotong' ini juga dibarengi dengan peluncuran kompetisi video amatir dengan tema 'Wajah Jawa Tengah.

Kompetisi ini menyediakan total hadiah senilai 100 juta rupiah untuk 10 pemenang yang mampu membuat video amatir yang menggambarkan sisi-sisi unik dari kemajuan di Jawa Tengah.

Baca Juga: Hanya karena Ingin Ketemu Anaknya, Seorang PNS di Pamulang Tangsel Dtuntut 10 Bulan Penjara

Detail serta persyaratan kompetisi ini dapat diakses melalui akun media sosial resmi 'Sekoteng', yaitu @sekoteng_id, yang aktif di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.

Masyarakat diundang untuk ikut serta dalam kompetisi ini dan berkontribusi dalam menggambarkan keindahan, kemajuan, serta kekayaan budaya Jawa Tengah melalui medium video amatir.

"Ayo konco-konco gak usah ragu bikin aja video pake HP. Gak harus pake kamera. Apa kemajuan yang kamu rasain di kampungmu, rekam, kirim ke kami," ujar Ucup.

Baca Juga: Duh, Polisi Alami Kendala dalam Penyelidikan Kasus Kabel Optik Jerat Leher Sultan Rif'at Alfatih

Diharapkan, momentum ini akan menciptakan gelombang positif di seluruh Jawa Tengah.

Bakar Production, Ucup Klaten, dan Dimas Zaenal secara bersama-sama mengungkapkan harapan agar inisiatif komunitas Sekoteng dan kompetisi "Wajah Jawa Tengah" bisa membawa dampak positif.

Ketiganya juga mengatakan bahwa langkah-langkah berani seperti ini, bisa terus mengilhami para konten kreator, serta membangkitkan semangat berkreasi dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas sosial budaya yang kaya dan beragam di Jawa Tengah.***