POJOKSATU.ID,- Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih,mengapresiasi adanya peningkatan peran koperasi di Kabupaten Cirebon.Pasalnya saat ini koperasi bukan hanya menyejahterakan anggotanya saja, namun juga bisa ikut berperan serta memberikan perhatian kepada masyarakat secara umum.

Menurut Ayu,salah satu contohnya, yaitu Koperasi Cipta Dana, yang pada peringatan Harkopnas ini, ikut memberikan Corporate Social Responsibility (CSR), kepada penyandang disabilitas.

"Tadi, ada koperasi yang bisa memberikan CSR berupa 60 kaki palsu, bagi penyandang disabilitas," ujar Ayu.kepada sejumlah wartawan di Kantor Dinkop dan UMKM Kabupaten Cirebon 

Baca Juga: Cuaca Ekstrem El Nino, Ema Sumarna Pastikan Pasokan Sembako ke Bandung Lancar

Peran seperti ini kata Ayu, sangat penting untuk terus dijaga. Karena menurut Ayu, adanya CSR ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah.

Ayu mengatakan, bahwa perhatian terhadap masyarakat, bukan hanya tugas dari pemerintah saja, namun juga unsur-unsur lainnya. Sehingga adanya CSR ini, sangat dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Cirebon.

"Adanya CSR seperti yang dilakukan oleh Koperasi di Kabupaten Cirebon ini, sangat dibutuhkan," ujar Ayu.

Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) dan UMKM Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang mendorong koperasi, untuk bisa memberikan peran di masyarakat, salah satunya melalui CSR.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Pemkot Bandung Gelar Pendidikan Politik bagi Ormas

"Sehingga Koperasi bukan hanya simpan pinjam saja, namun juga bisa mengeluarkan CSR," kata Dadang.

Ia menambahkan, bahwa saat ini terdapat sebanyak 831 Koperasi di Kabupaten Cirebon yang terdaftar. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 300an Koperasi yang aktif.

"Yang sudah melakukan RAT, hanya sekitar 120," kata Dadang.

Banyaknya Koperasi yang belum melakukan RAT, terjadi karena berbagai sebab, diantaranya yaitu faktor permodalan, manajemen dan juga Sumber Daya Manusia.

Oleh karena itu, para peringatan Harkopnas ke 76 ini, pihaknya akan melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) tentang perkoperasian.

"Diantaranya, yaitu akan membahas tentang bagaimana membangun manajemen perkoperasian yang modern," kata Dadang.