POJOKSATU.ID - Keritik tajam dilontarkan oleh caleg DPR RI dari PAN Nomor 8 Dapil Indramayu dan Cirebon, Heru Subagia berkaitan debat Capres perdana oleh pasangan tiga Capres berkaitan dengan penegakan dan perlakuan khusus bagi koruptor.

Menurut Heru, penyampaian visi dan misi berkaitan penegakan hukum bagi koruptor dan juga pemberantasan, ketiga Capres hanya berbeda aliran cara pandang perbedaan berkaitan ide dan gagasannya. 

Baca Juga: Sosok Earlyta Salsabila, Bintang Cilik di SD Global Garuda Nusantara yang Jago Matematika, ini Profilnya

"Ganjar Pranowo condong bersikap moderat, Anies Baswedan paling berani dan Prabowo Subianto Defensif. Sangat disesalkan karena tidak ada satupun yang menyodorkan peti mati bagi Koruptor," ucapnya.

Heru mengatakan, Capres jika terlibat korupsi dan peti mati diberikan kepada pejabat dibawahnya yang melakukan korupsi luar biasa. Dalam penegakkan hukum masalah korupsi, ketiga capres memberikan paparan visi dan misinya dalam penegakan hukum untuk koruptor sangat normatif.

Baca Juga: Egy Maulana Vikri untuk Jadi Nakhoda yang Baik, Umi Pipik : Jika Kapalmu Goyang, Saling Berpeganglah

"Apakah ini akibat tiga Capres dan stage holder pendukungnya banyak koruptor. Harusnya, jatuhkan hukuman mati pada koruptor dan dirinya jika terlibat korupsi. Tanggapan debat dalam urusan penegakan hukum terhadap koruptor," ungkapnya

Ganjar hanya menyodorkan solusi alternatif koruptor dinusakambangkan. Seperti yang diucapkan di Cirebon. Meredam korupsi dengan memberikan tindakan tegas untuk koruptor di buang ke Nusakambangan

"Disimpulkan jika ketiga Capres tidak berani tawarkan hukuman mati buat dirinya dan koruptor. Tidak ada nyali dan urgensi untuk mengangkat isu hukuman mati bagi koruptor bagi penegakan hukum bagi koruptor dan penuntasan korupsi secara radikal,"ujarnya

Baca Juga: Film Nonstop Kolaborasi Aksi Laga Antarbenua Bersama Iko Uwais, Jet Li, Tony Jaa, dan Don Lee

Heru menjelaskan percuma ada perampasan aset dan juga pemiskinan koruptor, jika justru yang ditakuti bukan kehilangan atau berkurangannya harta benda. Tetapi keyakinnya mereka sangat takut kehilangan nyawa.