POJOKSATU.ID - Calon Legislatif (Caleg) PAN Dapil Jabar VIII, Heru Subagia menolak hasil survei lembaga survei Indonesia Political Opinion yang menyebut elektabilitas PAN naik karena faktor Prabowo Subianto salah kaprah dan ngawur.
Heru yang juga Ketua Relawan Ganjar Pranowo 2024 mengatakan kenaikan elektabilitas PAN yang melebihi 6,4 persen pada bulan November karena target awal sebesar 5 persen pada Pileg 2014.
“Itu lembaga survey enak saja asal klaim kubu Prabowo Subianto faktor utama Elektabilitas PAN naik, padahal Golkar juga dukung Prabowo, tapi Golkar malah turun sedangkan PKB dan Nasdem yang mendukung Anies malah naik,” ucapnya Selasa (21/11).
Baca Juga: Atlet Dayung asal Karawang Sukses Kalahkan 52 Negara di Thailand
Heru mengklaim sebagai kader PAN menolak jika Elektabilitas PAN naik karena dukung Prabowo-Gibran. Karena kenaikan elektabilitas PAN merupakan hasil kerja keras dan kerja politik Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
“Mendukung Prabowo-Gibran belum bisa disimpulkan secara general jika partai yang dukung Prabowo-Gibran akan naik. Karena Partai Demokrat justru turun dan Perindo yang dukung Ganjar malah naik,” ujar mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon tersebut.
Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat keterpilihan calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, cukup tinggi di kalangan pemilih pemula atau generasi Z (Gen-Z) dan milenial.
Baca Juga: Karawang Jadi Tuan Rumah Seleksi CPPPK Jawa Barat
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, berdasarkan kelompok umur pemilih, Prabowo menjadi sosok yang paling dipilih oleh pemilih pemula (Gen-Z) dan milenial.
Dituturkan Dedi, dari 1.400 responden yang diwawancarai, 19 persen adalah generasi Z, dan 33 persen milenial.
“Hasilnya 31,4 persen responden memilih Prabowo Subianto, 29,5 persen memilih Ganjar Pranowo, dan 21,7 persen memilih Anies Baswedan. Sementara 11,6 persen belum menentukan pilihan,” ujarnya
Baca Juga: Ganjar Milenial Edukasi Anak Muda Untuk Lebih Peduli Lingkungan dengan Menanam Pohon
Lebih lanjut, Dedi mengatakan, tingginya elektabilitas Prabowo didorong oleh partai-partai politik yang mengusungnya memiliki basis pemilih pemula yang banyak.
“Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan poin 21,7 persen. Disusul Partai Golkar 12,5 persen, dan Partai Amanat Nasional 11,6 persen,” paparnya.
“Sementara, Partai Kebangkitan Bangsa 9,2 persen, PDI Perjuangan 7,8 persen, Partai Nasdem 6,6 persen, Partai Keadilan Sejahtera 4,8 persen,” demikian Dedi.
Survei IPO kali ini menggunakan metode wawancara tatap muka dengan pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat.

