POJOKSATU.ID,- Komite sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 Palimanan, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Cirebon menggelar sosialisasi tentang sampah.
Kegiatan yang digagas oleh komite sekolah setempat itu bertujuan guna memberikan edukasi sejak dini soal cara mengatasi sampah dan pemanfaatannya.
Dalam agenda tersebut turut hadir Bupati Cirebon H, Imron, M.ag.,kepala dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten Cirebon Iwan Ridwan Hardiawan, para guru serta ratusan siswa kelas 12 dari sekolah tersebut.
Bupati Cirebon,H. Imron menuturkan, pihaknya mengajak para siswa agar menjaga lingkungan hidup.Pada kesempatan itu dirinya juga memberikan edukasi tentang bagaimana cara untuk menjaga lingkungan dari pencemaran yang diakibatkan oleh sampah.
"Mulai dari cara mengurangi sampah hingga bagaimana agar sampah bisa di manfaatkan kembali,"ujar Imron kepada wartawan usai memberikan sambutan dan berdiskusi dengan siswa dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu Iwan mengatakan, menyelesaikan masalah sampai di kabupaten Cirebon adalah kewajiban semua pihak termasuk para siswa dengan cara mulai tertib dari rumah mengurangi produksi sampah.
Baca Juga: Tekan Kasus TB, Dinkes Kab Cirebon Lakukan Sosialisasi Terhadap Kader
Serta memanfaatkan hal-hal yang bisa didaur ulang memanfaatkan hal-hal yang bisa digunakan kembali sehingga potensi sampah di Kabupaten Cirebon akan bisa berkurang.
"Tanpa gerakan yang masif dari semua elemen masalah sampah di kabupaten Cirebon akan sulit ditangani," tukasnya.
Tambanya,melalui kegiatan ini pihaknya berupaya memberikan penyadaran terhadap siswa terkait dengan pengelolaan lingkungan. Salah satunya, yakni menyadarkan sejak dini tentang bagaimana cara mengatasi sampah.
Baca Juga: Dituding Pelakor hingga Sudah Nikah Siri, Dinar Candy Kumpulkan Bukti untuk Buat Laporan Polisi
Materi sosialisasi yang paling utama diberikan kepada siswa adalah cara mengatasi sampah dengan pola 3R."Yakni Reduce, Reuse, dan Recycle atau dalam kata lain mengurangi, mendaur ulang, menggunakan ulang," pungkas Iwan.

