POJOKSATU.id, CIREBON - Peredaran narkotika di wilayah Jawa Barat kembali diguncang oleh aksi tegas aparat TNI. Kali ini, prajurit dari jajaran Kodam III/Siliwangi melalui Unit Intel Kodim 0614/Kota Cirebon berhasil menggagalkan aktivitas transaksi obat terlarang dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung pada Jumat malam, 3 April 2026.
Operasi ini bermula dari laporan jaringan intelijen yang masuk ke posko Kodam III/Siliwangi terkait adanya aktivitas mencurigakan di kawasan Taman Jalan Harapan Perintis, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim di lapangan yang berada di bawah komando Korem 063/Sunan Gunung Jati.
Tanpa menunggu waktu lama, prajurit melakukan pemetaan lokasi secara detail untuk mengetahui titik transaksi, pola pergerakan target, hingga potensi jalur pelarian. Langkah ini menjadi kunci dalam memastikan operasi berjalan efektif dan minim risiko.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim yang telah bersiaga langsung bergerak melakukan penyergapan. Target operasi yang diketahui berinisial R alias Debleng berada di lokasi yang telah dipantau sebelumnya. Saat menyadari keberadaan aparat, pelaku sempat berusaha melarikan diri dengan mempercepat langkah keluar dari area tersebut.
Namun, upaya pelarian itu gagal. Prajurit yang telah menguasai situasi dan posisi lapangan dengan cepat melakukan pengejaran. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Operasi berlangsung cepat, senyap, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 15,30 gram tembakau sintetis atau sinte yang siap edar. Selain itu, turut disita satu unit vape yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika tersebut. Aparat juga mengamankan uang tunai hasil transaksi serta beberapa bungkus rokok dari berbagai merek seperti Sayapmas, Sampoerna Mild, Magnum, hingga Neslite yang diduga digunakan dalam aktivitas pelaku.
Baca Juga: Dapur Program Gizi di Cirebon Dituding Cemari Lingkungan, Warga Terganggu Bau Limbah Menyengat
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Ia menyebut operasi ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan di jajaran Kodam III/Siliwangi untuk terus membersihkan wilayah dari ancaman narkoba.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang berani memberikan informasi kepada aparat. Sinergi antara prajurit dan warga dinilai menjadi faktor utama dalam mengungkap kasus tersebut. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Ahli Hukum Korporasi Sebut Proyek GTC Cirebon Tidak Bisa Dialihkan
Setelah diamankan, pelaku beserta seluruh barang bukti langsung diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Penanganan oleh pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap jaringan yang lebih luas dari kasus ini.
Kasus ini menjadi bukti bahwa peredaran narkotika di Jawa Barat masih menjadi ancaman nyata. Modus yang digunakan pelaku pun semakin beragam, termasuk memanfaatkan tembakau sintetis dan perangkat seperti vape.
Di sisi lain, keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan pendekatan intelijen yang kuat serta koordinasi yang solid, aparat mampu bertindak cepat dan tepat dalam menindak pelaku kejahatan.
Operasi senyap ini juga menjadi peringatan keras bagi para pelaku peredaran narkoba bahwa aparat terus mengawasi setiap pergerakan mereka. Tidak ada ruang aman bagi pengedar narkotika, khususnya di wilayah Cirebon.
Ke depan, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam memerangi narkoba. Upaya pemberantasan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat. ***


