POJOKSATU.ID - Surnita Sandi Wiranata pengiat olahraga Kabupaten Cirebon, memutuskan maju di kontestasi politik 2024. Dengan mengunakan kendaraan politik Golkar, Sandi maju dari Dapil 12 Cirebon.
Pria yang juga menjabat Ketua Harian KONI Kabupaten Cirebon, memastikan diri untuk berebut kursi DPRD Jawa Barat. Sandi bertekad terjun di dunia politik, untuk bisa berkontribusi memajukan pembangunan daerah di Cirebon dan Indramayu.
Sandi mengatakan dirinya terpanggil untuk terjun di dunia politik dan ingin melakukan perubahan di berbagai bidang, seperti pembangunan, kesehatan, pendidikan dan perekonomian.
"Saya melihat Cirebon dan Indramayu masih masuk kategori daerah tertinggal dibandingankan daerah Jawa Barat lainnya. Baik dalam hal insfraktuktur, jalan-jalan masih banyak yang rusak. Sehingga menghambat roda perekonomian daerah," ucapnya Kamis (31/8).
Sandi menambahkan setelah namanya masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Provinsi Jawa Barat. Menambah keyakinan bahwa dirinya pantas mewakili suara rakyat untuk perubahan.
"Salah satu program saya, bagaimana mencerdaskan masyarakat. Banyak sektor di Cirebon Indramayu yang harus ditingkatkan. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata bila di kelola serius dan mendapat dukungan dari pemerintah maka daerah Cirebon Indramayu dapat bersaing dengan daerah lainnya," ungkapnya.
Menurut Sandi kebijakan pemerintah terkadang menghambat laju perekonomian di daerah. Sehingga, daerah tersebut sulit berkembang mengikuti daerah lain. Ini yang harus di reformasi bagaimana kebijak pemerintah turut andil meningkatkan pembanguan.
"Bagaimana daerah mau berkembang, kalau perekonomian masyarakat saja sulit. Sektor pertanian harga pupuk mahal, ditambah gagal panen. Harga garam rendah, solar sulit dan mahal para nelayan tidak bisa melaut. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah dan akan saya dorong bila nanti sudah duduk di DPRD Jabar," tuturnya
Setidaknya ada 4 persoalan, kata Sandi mendasar yang selalu menjadi tantangan di bidang pertanian. Pertama, mengenai lahan pertanian yang terus berkurang. Sandi mengatakan, Kabupaten Cirebon sebagai salah satu daerah penghasil komoditas beras terus mengalami penyusutan lahan.
"Tidak sedikit lahan pertanian produktif beralih fungsi menjadi permukiman. Hal itu dinilai akan mengancam keberlangsungan produksi pertanian, sedangkan kebutuhan pangan terus meningkat," paparnya.
Baca Juga: PKB Ingin Bergabung PDIP, PPP Sebut Kekuatan Nahdiyin Mendukung Ganjar Tambah Kuat
Maka dari itu, dikatakan Sandi, sudah seharusnya pemerintah melestarikan lahan pertanian produktif agar tidak terus berkurang. Pemerintah harus melindungi lahan pertanian kita dan memperketat ijin alih fungsi.
"Bagaimana pun kita harus memikirkan masa depan pertanian kita karena itu juga merupakan mata pencaharian petani, Masalah lainnya, petani kerap kesulitan mencari pupuk subsidi saat musim tanam tiba. Maka diperlukan terobosan untuk memastikan ketersediaan pupuk subsidi dan tepat sasaran tersalurkan kepada yang membutuhkan," ujarnya

