POJOKSATU.ID, Dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru ASN pada jenjang TK, SD, SMP Negeri di kabupaten Cirebon pada formasi Tahun 2019, 2021 dan 2022 kabupaten Cirebon telah mendapatkan kuota pengangkatan guru ASN sebanyak 4.483 orang guru .
Kemudian jumlah proyeksi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tahun 2023 sekitar 1804 orang guru sehingga total mencapai 6000 lebih.
Baca Juga: Nikmati Pesona Air Terjun di Desa Wisata Limbo Wasamparona Buton
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon,H. Ronianto, kepada pojoksatu saat ditemui diruang kerjanya. Senin (11/12/2023)
"Peningkatan guru ASN, alhamdulillah kita bisa memenuhi pengangkatan PPPK. Saat ini dari tahun 2019 sampai dengan 2022 itu ada sekitar 4.487 orang guru. Nanti akan ditambah lagi untuk tahun 2023 ada sekitar 1804 orang," ungkap Ronianto.
Ronianto menyebut,peningkatan guru di Kabupaten Cirebon dalam pengangkatan didukung penuh oleh Bupati bahkan untuk formasi juga luar biasa. Pasalnya di Kabupaten Cirebon sangat banyak dibandingkan dengan kota dan Kabupaten lain se-Jawa Barat bahkan se Indonesia. Sehingga hampir 90 persen kebutuhan guru di kabupaten Cirebon bisa terpenuhi.
Baca Juga: Katib PWNU Jawa Barat Beri Dukungan Untuk Ifa Faizah Maju di DPD RI
Kemudian untuk anggaran bupati juga memprioritaskan skala prioritas untuk pendidikan.Sehingga dalam pelaksanaan pengangkatan PPPK menurutnya, boleh dikatakan diutamakan sebagai investasi masa depan.
Dikesempatan itu Ronianto mengapresiasikan kepada Bupati Cirebon juga instansi terkait lainnya yang telah berupaya penuh untuk bisa membantu para PPPK bisa mendapatkan hak dalam meningkatkan kesejahteraannya. Meningkatkan mutu pendidikan kemudian anggaran-anggaran untuk rehabilitas sekolah cukup baik.
Baca Juga: AHY Dukung dan Doakan Vera Febyanthy Terpilih Lagi Jadi Anggota DPR
“Sehingga kepada para PPPK, dapat secara aktif berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di Kabupaten Cirebon,”tutur Ronianto.
Ia berharap di tahun 2024 pihaknya berusaha untuk meningkatkan sarana dan prasarana dan tenaga administrasi pendidikan yakni bagian tata usaha (TU) di sekolah.Pasalnya kata dia selama ini hanya untuk guru.
"Kemudian untuk tenaga pendidikan yaitu Tata usaha (TU) karena selama ini pengangkatan hanya untuk guru saja. Dan ini untuk tenaga pendidikan untuk TU kita masih blum mengangkat,"ungkapnya.
Baca Juga: Annisa Pohan Minta Para Srikandi Demokrat Karawang Raih Suara Perempuan dan Milenial
Oleh karenanya itu menjadi perhatian pihaknya di tahun 2024 agar jumlah tenaga administrasi di sekolah baik SD maupun SMP bisa terpenuhi. "Karena mau tidak mau akan menunjang jalannya organisasi di kesatuan pendidikan," tutup Ronianto.
Demikian data peningkatan mutu pendidikan yang berhasil pojoksatu rangkum dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.Tahun 2019 jenjang sekolah TK : 1 orang guru PPPK, SD sebanyak : 112 PPPK, 268 untuk PNS. Jenjang SMP sebanyak 83 orang guru PPPK, dan 80 orang guru untuk PNS.
Tahun 2021 jenjang SD sebanyak 2294 guru PPPK,dan SMP 683 orang guru PPPK.Tahun 2022 jenjang SD sebanyak 437 PPPK, dan PPPK jenjang SMP sebanyak 529 orang.Kemudian Proyeksi jumlah guru PPPK di tahun 2023 PPPK jenjang SD sebanyak 1.455 orang dan PPPK jenjang SMP 349 orang guru.

