POJOKSATU.ID - Perkembangan teknologi semakin berkembang pesat, membuat dunia industri mengikuti perubahan yang ada. Hal ini dipengaruhi oleh tuntutan dari kondisi perusahaan yang sering berubah-ubah, sehingga untuk mengatasinya memerlukan smart manufacturing. 

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerjasama dengan Universiti Kuala Lumpur Malaysia menggelar Orasi Ilmiah yang menghadirkan Prof. Dr, Mohd Razli Idris CEng MMcchE yang mengangkat tema "Smart Manufacturing and Digital Transformation".

Rektor UMC, Arif Nurudin mengatakan gerakan dakwah internasionalisasi Muhammadiyah semakin bergema di setiap Fakultas di UMC ini.

"Suatu kehormatan Prof Razli bisa meluangkan waktu membersemai dengan kami di UMC, insha Allah kami terus jaga kolaborasi yang baik ini demi terwujudnya peradaban ilmu yang melintas zaman," ucapnya Selasa (3/10)

Menurut Arif, FT UMC terus membangun relasi baik secara nasional dan internasional, salah satunya dengan Universiti Kuala Lumpur Malaysia ini yang dikenal memiliki networking, baik di tanah jiran juga internasional pula.

"Terlebih kita adalah negara serumpun yang sudah pasti punya responsibilty yang sama untuk memajukan bangsa melayu, masyarakat muslim agar semakin tersohor. Awak nak ucapakan terimakasih pada Bu Nuri yang penuh semangat membangun sinergi dengan berbagai pihak, " ungkapnya

Baca Juga: Jokowi Lebih Bisa Kendalikan Prabowo Ketimbang Ganjar yang Berada di Genggaman Megawati

Arif yang juga Magister Teknik ini menilai revolusi Industri 4.0, kemudiaan saat ini sudah 5,0 juga erat kaitannya dengan istilah Transformasi Digital. Transformasi Digital sendiri diberi makna sebagai perubahan yang ditimbulkan sebagai akibat penerapan teknologi digital di seluruh aspek kehidupan masyarakat.

"Sebuah organisasi atau perusahaan yang hendak melakukan proses transformasi digital mesti menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan budaya sebagai konsekuensi penerapan teknologi digital. Karena berdasarkan sebuah survey, sebanayk 57% persen perusahaan di dunia sedang bertransformasi menuju digital. Namun dari jumlah sebanyak itu, sekitar sepertiganya mengalami kegagalan," tuturnya

Kegagalan tersebut lanjut Arif terutama disebabkan belum dipahaminya proses transformasi digital sepenuhnya. Sebab bukan hanya soal bagaimana membuat versi digital dari sebuah produk fisiknya, namun juga melingkupi perubahan perilaku konsumen, karyawan dan berbagai aspek budaya lainnya.

"Melalui orasi ilmiah ini, banyak informasi penting yang didapat, khususnya kegagalan sebuah proses transformasi digital. Luar biasanya, kehadiran Prof Razli menjawab itu semua," paparnya

Sementara itu, Prof Razif menilai bahwa era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2,1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. 

Baca Juga: Heboh Video Diduga Dirinya Peluk Cewek di Apartemen, Jungkook BTS : Aku Tidak Punya Pacar, Hanya Punya ARMY

Terdapat potensi pengurangan emisi karbon kira-kira 26 miliar metrik ton dari tiga industri: elektronika (15,8 miliar), logistik (9,9 miliar) dan otomotif (540 miliar) dari tahun 2015-2025 (World Economic Forum). 

 

"Oleh karena itulah keunggulan iptek di bidang teknik elektro, teknik mesin, teknik kimia, informatika dan bidang-bidang teknik lainnya menjadi penting. Terlebih saat sudah hadir ChatGPT yang dinilai sangat membantu perusahaan," ujarnya

Prof Razif memaparkan sejumlah profesi yang seksi dan menjanjikan di era Revolusi Industri sebagai berikut:

a. Data Scientist

Bertugas menganalisis data-data perusahaan, bertanggung jawab atas kualitas data perusahaan, melakukan penelitian terkait data perusahaan yang sering kali berupa maha data (big data).

b. Koordinator robot

Bertugas mengawasi, melakukan pemeliharaan dan perbaikan atas robot, baik robot semi otonom, robot otonom maupun robot humanoid.

c. Arsitek jasa IoT / IT

Bertugas membuat desain sistem di perusahaan / manufaktur yang menghubungkan produk, mesin dan karyawan secara online dan realtime menggunakan berbagai teknologi atau platform tertentu.

d. Programmer / insinyur komputer

Bertugas meciptakan atau mengembangkan aplikasi yang menghidupkan sistem yang telah didesain oleh seorang arsitek IT/ IoT.

Kendati demikian, transformasi digital dan AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT pada skala perusahaan / bisnis dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi organisasi. 

Baca Juga: Relawan ini Targetkan Raup 20 Juta Suara untuk Prabowo Subianto

Beberapa di antaranya adalah perubahan pola perilaku konsumen, perubahan model bisnis, perubahan pola kerja pegawai dan perubahan pola rekrutmen pegawai. Secara keseluruhan, dampak tersebut juga akan berpengaruh signifikan pada produktivitas, efisiensi dan profit serta pertumbuhan bisnis perusahaan. 

Selain itu, untuk menuju smart manufacturing, sebuah perusahaan tentu rentan terhadap kebocoran data. Sebab, hal tersebut dipengaruhi dari koneksi yang cepat sehingga menjadi celah untuk mendapatkan berbagai informasi mulai dari production line, data pribadi karyawan maupun perusahaan. 

Tidak hanya itu, koneksi internet maupun perangkat personal juga menjadi salah satu hambatan dalam industri manufaktur. Dalam satu production line, terdapat banyak blind spot yang menyebabkan koneksi internet yang tersambung dengan device menjadi tidak maksimal.