POJOKSATU.id, KUNINGAN - Erix Exvrayanto, seorang wartawan yang berdedikasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah melampaui tugasnya sebagai jurnalis dengan merilis buku terbarunya.

Berjudul "Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa," buku ini mencuat tepat pada momen Hari Pers Nasional 2024.

Buku setebal 192 halaman ini, yang diterbitkan oleh Deepublish Yogyakarta, adalah hasil dari penelitian tesis Erix Exvrayanto ketika menyelesaikan studi magisternya di MIKOM UPN Veteran Yogyakarta.

Mengulas tentang Publisher Rights yang merupakan inisiatif bersama antara Dewan Pers, konstituennya, dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), buku ini menyoroti pentingnya penyehatan ekosistem bisnis media massa di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Harus Tandatangani Perpres Media Sustainability

Erix Exvrayanto menganalisis proses perumusan Publisher Rights yang masih dalam tahap perdebatan, menggambarkan latar belakang masalah yang diteliti, serta merinci bagaimana stakeholder pers berusaha untuk mendorong regulasi yang memadai untuk mendukung jurnalisme berkualitas.

Namun, buku ini juga mengungkapkan potensi ancaman terhadap industri media, seperti pengaruh platform digital asing dan praktik oligarki media. Meskipun memberikan wawasan yang berharga, beberapa pengulas menilai bahwa pembahasan tentang platform digital kurang komprehensif.

Meskipun demikian, buku ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Ketua Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu, Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya, Ketua PWI Jawa Barat H. Hilman Hidayat, dan Dirjen IKP Kementerian Kominfo RI Usman Kansong.

Baca Juga: Cek di Sini! Daftar Caleg DPRD Kabupaten Kuningan 2024 dari Partai ummat

Sambutan dari para pemimpin lembaga pers dan pemerintah menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan adil terkait Publisher Rights untuk menjaga keberagaman dan kualitas media massa di Indonesia.

Semoga buku ini menjadi panduan yang berharga bagi industri media dan pemerintah dalam membangun ekosistem yang sehat dan inklusif bagi jurnalisme berkualitas. ***