POJOKSATU.ID - Di hari kemerdekaan RI yang ke 78. Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz meraih penghargaan sebagai Penggerak Toleransi Internasional Thu Dong.

Penghargaan yang di berikan oleh Pemerintah Kota Cirebon, sebagai bentuk keberhasil toleransi beragama di masyarakat. Berbagai multi etnis hidup rukun damai dan berniaga di Cirebon.

Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz mengatakan toleransi umat beragama dibuktikan dengan keberhasil mengelar Thu Dong yaitu sebanyak 32 biksu berjalan kaki dari Thailand menuju Indonesia beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ternyata Begini Latar Belakang Upacara Rakyat Al Uswah Pamekasan, Benar-benar diluar Nalar

"Saya tidak menyangka mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Cirebon sebagai penggerak toleransi yang telah sukses membawa 32 biksu melewati 4 negara dengan jarak sekitar 3000 KM berjalan kaki sampai Borobudur," ucapnya Kamis (17/8)

Prabu Diaz menjelaskan pihaknya memberikan contoh untuk menjaga marwah leluhur dan bukti sejarah pentingnya menjaga toleransi beragama dan perdamaian umat.

Baca Juga: Tahun 2024 Indonesia Pindah Ibu Kota, Begini Nasib Jakarta di Masa Depan

"Kita semua bersaudara walaupun tidak seiman. Berdiri kesultanan Islam di Cirebon buminya para wali sebagai pusat pengembangan Islam. Sebagai bukti tolerasi beragama sudah terjalin sejak lama," ungkapnya 

Prabu Diaz mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk generasi muda, untuk dapat menjaga tolerasi umat beraga. Dengan begitu, akan terwujud Indonesia menjadi negara kuat, adil dan makmur. 

"Saling menghormati menjadi salah satu pondasi membangun negeri ini. Kemerdekaan Indonesia memasuki usia 78. Para pejuang tidak mengenal suku, agama dalam merebut kemerdekaan dari penjajah. Sudah seharusnya, generasi muda tetap menjaga keharmonisan umat beragama," pungkasnya.