POJOKSATU.ID - Alhmarhum Dadang Sukandar Kasidin dikebumikan di Komplek Pemakaman Makam Kramat Syekh Dzatul Kahfi Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Dadang Sukandar Kasidin, menghembuskan nafas terakhir, Sabtu 5 Agustus 2023, sekitar pukul 00.37 WIB. Sebelum dimakamkan, sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah dibawa ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan untuk disholatkan.

Sejumlah jamaah ikut menyolatkan kepada tokoh Cirebon yang meninggal saat menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ). Sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah tiba di Gunung Jati. Keranda mayat diusung oleh Prajurit Kopassus.

Sepanjang perjalanan, penjagaan lalu lintas dilakukan oleh pihak petugas keamanan.Pria yang akrab disapa Abah Dadang ini, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Permata Cirebon.

Sebelumnya, informasi mengenai kabar duka tersebut beredar di media sosial WhatsApp diiringi ucapan duka cita dari civitas akademik UGJ.

Abah Dadang wafat di usia 65 tahun. Sebelum wafat, Abah Dadang diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan selama setahun terakhir. Kepergian Abah Dadang, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Cirebon.

Tidak terkecuali Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi. Di mata Sekda, Abah Dadang merupakan sosok yang membawa perubahan terhadap Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon.

Menurut Agus, di bawah kepimpinan Abah Dadang lewat yayasan, UGJ mengalami peningkatan mutu pendidikan dan dosen.

Sekda Agus merasa sangat kehilangan atas kepergian Abah Dadang, yang merupakan salah satu tokoh yang dimiliki Kota Cirebon. Dengan perkembangan yang telah terjadi terhadap UGJ, disebut Agus tidak lepas dari peran yang dilakukan Abah Dadang.

"Memajukan dunia pendidikan melalui UGJ," tegas Agus.

Perkembangan yang bisa disaksikan langsung pada UGJ, sambung Agus, adanya peningkatan mutu pendidikan dan mutu dosen.

Selain itu, secara peringkat untuk kaulitas universitas yang ada di Indonesia, UGJ disebut agus sudah berada di bawah 100 besar.

"Dulu ada di posisi 180 secara kualitas se Indonesia, sekarang di bawah 100, terakhir kalau tidak salah dengar ada diperingkat 81," jelas Agus.