POJOKSATU.id - Piala Dunia 2026 belum dimulai, namun perdebatan mengenai kualitas lapangan pertandingan sudah memanas di media sosial.

Sebuah video yang memperlihatkan pantulan bola di salah satu stadion Amerika Serikat memicu kekhawatiran besar dari para penggemar sepak bola dunia.

Turnamen edisi 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Sebanyak 104 pertandingan dijadwalkan digelar di 16 stadion yang sebagian besar merupakan markas tim NFL.

Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Tak Dipanggil, Gelandang MU Masuk

Salah satu tantangan terbesar penyelenggara adalah menyesuaikan stadion NFL dengan standar FIFA.

Banyak stadion di Amerika menggunakan permukaan sintetis yang harus diganti menjadi rumput alami sebelum turnamen berlangsung.

Proses tersebut membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit. Bahkan beberapa stadion melakukan renovasi khusus demi memenuhi persyaratan FIFA.

Dallas Stadium, yang sering disebut sebagai salah satu venue terbaik turnamen, dilaporkan menghabiskan sumber daya besar untuk mempersiapkan lapangan.

Rumput didatangkan dari Colorado dan sistem irigasi baru dipasang.

Baca Juga: Neymar Alami Cedera Baru Jelang Piala Dunia 2026, Brasil Siaga Satu

Selain itu, teknologi lampu khusus berwarna merah muda digunakan untuk menjaga kualitas pertumbuhan rumput.

Proyek tersebut disebut melibatkan puluhan ribu jam kerja.

Namun perhatian publik justru tertuju pada sebuah video dari stadion milik Carolina Panthers.

Meski stadion itu tidak menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, lapangan rumput baru dipasang untuk laga uji coba tim nasional Amerika Serikat melawan Senegal.

Dalam video yang beredar luas, sejumlah pemain Senegal terlihat menguji kondisi lapangan.

Mereka menjatuhkan bola dari ketinggian tertentu untuk melihat respons permukaan rumput.

Hasilnya mengejutkan banyak orang. Pantulan bola terlihat sangat rendah dan tidak seperti lapangan sepak bola pada umumnya.

Baca Juga: Keberangkatan Timnas Afrika Selatan ke Piala Dunia 2026 Tertunda, Ini Masalahnya

Rekaman tersebut langsung memicu berbagai komentar dari penggemar sepak bola di berbagai platform media sosial.

Banyak yang khawatir kondisi serupa juga terjadi di stadion-stadion Piala Dunia.

Sejumlah warganet menyebut pantulan bola terlihat tidak normal.

Beberapa bahkan menganggap kualitas lapangan belum layak untuk turnamen sebesar Piala Dunia.

Ada pula yang menilai perbedaan karakteristik rumput di setiap stadion dapat menjadi tantangan tambahan bagi para pemain.

Tim peserta harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda-beda sepanjang kompetisi.

Baca Juga: Pemprov Jateng Bingung Tutup Padepokan Padang Ati Pekalongan Diduga Lokasi Pencabulan Santriwati

Kekhawatiran itu muncul karena sebagian besar stadion penyelenggara awalnya tidak dirancang untuk sepak bola.

Venue tersebut lebih sering digunakan untuk pertandingan American football yang memiliki kebutuhan lapangan berbeda.

Jika kualitas rumput tidak konsisten, permainan dapat terpengaruh secara signifikan.

Kecepatan bola, kontrol pemain, hingga risiko cedera menjadi aspek yang banyak dibahas para pengamat.

Meski demikian, FIFA dan panitia lokal terus melakukan berbagai penyesuaian.

Mereka berupaya memastikan seluruh stadion memenuhi standar internasional sebelum pertandingan resmi dimulai.

Amerika Serikat Laga Pemanasan Kontra Senegal

Sementara itu, tim nasional Amerika Serikat akan memanfaatkan laga persahabatan melawan Senegal sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia.

Pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menguji kondisi lapangan secara langsung.

Pelatih Mauricio Pochettino diperkirakan menggunakan laga tersebut untuk mengevaluasi skuad sekaligus mencari formula terbaik.

Banyak penggemar menantikan bagaimana performa tim tuan rumah menjelang turnamen besar tahun depan.

Dengan waktu yang masih tersedia sebelum kick-off Piala Dunia 2026, penyelenggara diharapkan mampu menjawab berbagai kekhawatiran yang muncul.

Sebab kualitas lapangan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan sukses atau tidaknya turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.***