POJOKSATU.ID - Barcelona memecat Xavi Hernandez saat kontrak sang pelatih masih tersisa setahun. Itu artinya, Blaugrana harus membayar kompensasi atau pesangon senilai Rp 260 miliar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Barcelona mengumuman pemecatan Xavi sebagai pelatih Barcelona.
Keputusan ini cukup mengejutkan, apalagi Xavi masih terikat kontrak bersama Barcelona hingga Juni 2025.
Baca Juga: Barcelona Pecat Xavi Sebagai Pelatih, Penggantinya Sudah 'Here We Go' Menurut Fabrizio Romano
Akibat pemecatan itu, Xavi berhak mendapat kompensasi senilai 15 juta euro atau setara dengan Rp 260 miliar (Kurs euro = Rp 17.400).
Dikutip Pojoksatu.id dari 90Min, Xavi diharapkan mengerti masalah keuangan Barca dan tidak menuntut seluruh biaya kompensasi itu.
Mengapa Barcelona Pecat Xavi?
Setelah ditunjuk sebagai pelatih Barcelona menggantikan Ronald Koeman pada November 2021, juru taktik 44 tahun itu diharapkan kembali menanamkan idealisme Johann Cruyff yang membantu klub meraih puncak sepak bola Eropa berkali-kali.
Baca Juga: PCNU Purwakarta Gelar PD-PKNU Angkatan Ke-3, Perkuat Komitmen dan Semangat Penggerak NU
Faktanya, permainan Barcelona di bawah asuhan Xavi masih jauh dibanding ketika ia aktif bermain dan juga kapten Blaugrana.
Ia memang mampu membawa Barcelona juara La Liga musim 2022/23, sisi pertahanan cukup solid dan lini serang lumayan produktif dengan mengandalkan Robert Lewandowski.
Sayang musim ini Xavi gagal mempertahankan performa apik anak asuhnya. Ia tidak mampu mengatasi absennya sejumlah pemain kunci selama paruh pertama musim ini.
Baca Juga: Bahagiakan Warganya, Ini 2 Alasan PKS Kembali Usung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024
Pada Januari, Xavi mengumumkan bahwa dia akan mundur sebagai pelatih Barcelona pada akhir musim 2023/24 ini.
Xavi lalu berubah pikiran bulan lalu, setelah foto direktur olahraga Deco, presiden klub Juan Laporta, dan Xavi saling bergandengan tangan.
Ketiganya dilaporkan sepakat bahwa Xavi tetap akan jadi pelatih Barcelona hingga musim panas tahun depan. Nyatanya, Deco dan Laporta sedang berkomplot.
Konon ada 'orang dalam' (orang dekat Laporta) yang ingin Xavi hengkang sejak Desember tahun lalu.
Keinginan 'orang dalam' itu tampaknya berjalan mulus karena Xavi memang gagal mempersembahkan gelar musim ini.
Tapi ternyata bukan karena nol trofi itu jadi penyabab utama Barcelona memecat Xavi, terutama karena bulan lalu sudah ada kesepakatan lanjut.
Penyebab utama Barca pecat Xavi diyakini karena komentar pedas sang juru taktik yang membuat para petinggi Blaugrana sakit hati.
Xavi baru-baru ini yang menyebut belenggu finansial (Laporta pelit belanja pemain) membuat Barcelona sulit bersaing dengan Real Madrid dan di level Eropa.
Kritik sang pelatih membuat Juan Laporta berang, Xavi dianggap telah melecehkan klub.
Baca Juga: Anies Baswedan Diusung PKS Lagi di Pilkada Jakarta 2024, Namun Belum Keputusan Resmi
Deco lalu ditugaskan menyusun laporan teknis, mengevaluasi sang pelatih menjelang pertemuan antara ketiganya pada hari Jumat ini yang berujung pada pemecatan Xavi.
Meski sudah dipecat, Xavi tetap akan memimpin pertandingan terakhir Barcelona musim ini melawan Sevilla pada hari Minggu, 26 Mei 2024.***

