POJOKSATU.id — Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Copa del Rey, Minggu (27/4), tak hanya menyisakan rasa pahit, tetapi juga diwarnai insiden panas sepanjang babak tambahan.
Tiga bintang Los Blancos — Jude Bellingham, Lucas Vazquez, dan Antonio Rudiger — kini menunggu keputusan hukuman atas sikap tidak sportif yang mereka tunjukkan di lapangan.
Di babak kedua, Real Madrid sempat memimpin 2-1 di bawah arahan Carlo Ancelotti.
Namun keunggulan itu sirna di menit-menit akhir setelah Ferran Torres mencetak gol penyeimbang yang memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Ketika laga memasuki menit ke-116, Jules Kounde menjadi pahlawan Barcelona.
Sepakannya yang keras tak mampu dihalau Thibaut Courtois, membawa Barcelona berbalik unggul dan membuat suasana pertandingan kian panas.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Lazio vs Parma: Biancocelesti Siap Jaga Tren Positif di Olimpico
Tekanan meningkat, membuat para pemain Madrid tampil lebih agresif, hingga akhirnya berujung pada sejumlah insiden kartu merah.
Ketegangan memuncak saat Real Madrid tengah berupaya membangun serangan.
Tekel keras terhadap Kylian Mbappe memicu reaksi keras dari kubu Los Blancos.
Lucas Vazquez bahkan sampai masuk ke dalam lapangan untuk melampiaskan kekecewaannya kepada wasit, diikuti sikap agresif Antonio Rudiger yang memperkeruh situasi.
Bek asal Jerman itu tertangkap kamera menarik paksa kantong es dari lututnya, lalu melemparkannya secara kasar ke arah wasit.
Aksinya itu membuat Rudiger diganjar kartu merah, memaksanya meninggalkan lapangan lebih awal.
Ia bahkan harus ditahan oleh staf pelatih serta rekan setimnya agar tidak membuat pelanggaran yang lebih parah.
Di sisi lain, Jude Bellingham juga terlihat melancarkan protes berlebihan terhadap keputusan wasit.
Mengutip laporan dari AS, pemain asal Inggris itu sempat terdengar berteriak, "Semuanya berpihak pada mereka, semua yang 50/50 lebih berpihak pada mereka."
Bellingham juga melontarkan kata-kata penuh emosi dengan berkata, "Kenapa? Kenapa? sungguh gila, F*** off!".
Ini menjadi perhatian mengingat Bellingham musim ini sudah pernah dijatuhi larangan dua pertandingan karena ujaran kasar terhadap ofisial pertandingan.
Berkaca pada insiden serupa di masa lalu, tindakan Bellingham dan Vazquez diprediksi berujung larangan bermain maksimal empat laga.
Sanksi tersebut hanya berlaku di ajang Copa del Rey, sehingga keduanya masih bisa turun di kompetisi La Liga. Namun, situasi Rudiger lebih serius.
Mundo Deportivo melaporkan bahwa perilaku Rudiger termasuk dalam kategori "Aggressive Attitude" sesuai pasal 101 dalam Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).
Baca Juga: Napoli Menggila! Tekuk Torino, Scudetto Liga Italia 2024 -2025 di Depan Mata
Untuk pelanggaran ini, ancaman sanksi yang mengintai berkisar antara 4 hingga 12 pertandingan.
Sanksi tersebut berlaku lintas kompetisi domestik, yang artinya Rudiger berpotensi absen dalam laga penting Real Madrid kontra Barcelona pada 11 Mei mendatang.
Menanggapi insiden itu, Rudiger menyampaikan permintaan maaf lewat akun X pribadinya.
"Tentu saja tidak ada alasan atas sikap saya kemarin malam, saya sungguh minta maaf untuk itu," tulis pemain berusia 32 tahun tersebut.
"Kami bermain cukup baik di babak kedua. Setelah 111 menit, saya tidak lagi mampu membantu tim saya, dan sebelum peluit akhir saya melakukan kesalahan. Saya meminta maaf kepada wasit dan kepada semua orang yang saya kecewakan," tambahnya. ***
