POJOKSATU.ID - Drama panas piala FIFA ASEAN CUP dipastikan terus berlanjut hingga ke luar area lapangan hijau.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengambil langkah mengejutkan dengan melaporkan laga antara Indonesia melawan Bangladesh secara resmi ke pihak FIFA.
FAM melayangkan tuntutan klarifikasi resmi lantaran menilai adanya perubahan durasi waktu tambahan (stoppage time) yang tergolong sangat janggal.
Dalam laga tersebut, durasi waktu tambahan yang awalnya diumumkan cuma dua menit mendadak berubah menjadi tujuh menit di lapangan.
Baca Juga: Dari Imbang Lawan Malaysia, Indonesia Kini Bersiap Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Pihak FAM lantas mengajukan permintaan resmi kepada induk organisasi sepak bola dunia untuk meminta penjelasan mendalam.
Mereka mendesak penjelasan terkait dasar, prosedur, serta situasi yang melatarbelakangi perubahan drastis durasi waktu tambahan tersebut.
Menurut penilaian FAM, pengelolaan waktu pertandingan harus dijalankan secara profesional demi memastikan azas keadilan serta transparansi.
Langkah ini dinilai sangat penting agar seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai dengan regulasi kompetisi yang telah disepakati bersama.
Baca Juga: Kemenangan 6-0 Atas Singapura Tidak Cukup, Malaysia Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
FAM menegaskan bahwa permasalahan perubahan waktu ini harus menjadi perhatian khusus mengingat dampaknya yang sangat krusial.
Hasil dari pertandingan tersebut diketahui menjadi penentu utama klasemen akhir Grup A dan memengaruhi tim yang berhak melenggang ke babak final.
Oleh karena itu, federasi Malaysia tersebut mendesak FIFA untuk meninjau kembali seluruh insiden yang terjadi di lapangan.
Mereka meminta rincian penjelasan apakah keputusan perangkat pertandingan sudah sesuai dengan prosedur aturan yang berlaku.
Penampilan heroik Timnas Indonesia di laga tersebut memang secara langsung mengubah peta persaingan dan nasib tim-tim pesaing di grup.
Keputusan serta tanggapan resmi dari FIFA kini dinantikan oleh publik sepak bola kawasan Asia Tenggara.
Pelaporan ini diprediksi akan semakin memanaskan rivalitas persaingan sepak bola antar negara tetangga tersebut.***

