POJOKSATU.id — Legenda Ajax berdarah Maluku, Simon Tahamata, dikabarkan masuk dalam bursa calon Direktur Teknik timnas Indonesia.
PSSI tengah mencari figur yang siap bekerja penuh untuk mengembangkan sepak bola nasional.
Spekulasi ini mencuat setelah Simon Tahamata kedapatan mem- follow akun Instagram Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Hal ini menarik perhatian karena belum lama ini Erick Thohir melakukan kunjungan ke kantor Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Tak hanya itu, Simon juga mengikuti akun resmi timnas Indonesia dan PSSI di Instagram. Erick Thohir pun diketahui telah mengikuti akun Simon Tahamata.
Baca Juga: Bertemu KNVB, Erick Thohir Resmi AJAK TANDING Timnas Belanda Lawan Timnas Indonesia
Simon Tahamata merupakan mantan pemain Ajax yang memiliki darah Maluku.
Ia berkarier bersama klub berjuluk De Godenzonen (Si Anak Dewa) itu pada periode 1976-1980.
Selama membela Ajax, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Belanda serta satu trofi KNVB Beker atau Piala Belanda.
Setelah pensiun dari sepak bola profesional, Simon Tahamata bergabung dengan Ajax sebagai pelatih pemain muda.
Namun, pada Maret 2024, pria berusia 68 tahun itu memutuskan meninggalkan Ajax Amsterdam. Kepergiannya mendapat penghormatan spesial dari para suporter Ajax.
Dalam laga Eredivisie 2023-2024 antara Ajax vs Utrecht di Stadion Johan Cruijff Arena, Minggu (3/3/2024), suporter Ajax membentangkan spanduk besar bergambar Simon.
Spanduk itu bertuliskan "Om Simon, Terima Kasih" sebagai bentuk apresiasi atas jasanya bagi klub.
Setelah meninggalkan Ajax, Simon Tahamata kemudian mendirikan akademi sepak bola di Berlin, Jerman.
Akademi ini bertujuan untuk membantu anak-anak muda meraih impian mereka menjadi pesepak bola profesional.
"Saya bakal mendirikan akademi sepak bola di Berlin sehingga para pemain muda di sana dapat mewujudkan impian mereka," ujar Simon.
Sementara itu, Erick Thohir menyatakan bahwa PSSI akan mengumumkan nama Direktur Teknik timnas Indonesia pada akhir Februari 2025.
"Mencari figur Dirtek yang tepat tidak mudah karena di Indonesia sendiri sudah ada beberapa figur pelatih yang juga punya trek rekor dan hasil bagus," kata Erick dalam rilis yang diterima pada Minggu (19/1/2025) malam WIB.
"Jadi kita masih cari figur yang benar-benar bisa dihormati dan juga mengerti bagaimana rencana sepak bola Indonesia ke depan," tambahnya.
PSSI menginginkan sosok Direktur Teknik yang bersedia bekerja penuh di Indonesia dan mampu menjalin komunikasi dengan pelatih timnas senior serta kelompok usia di bawahnya.
"Kita inginkan Dirtek yang mau full time tinggal di Indonesia. Kita sempat ada tiga nama bulan lalu," ujar Erick.
"Saya sudah yakini tapi ya kita berubah lagi. Mudah-mudahan akhir Februari ini bisa diumumkan," pungkasnya. ***

