POJOKSATU.ID - Arab Saudi melalui Public Investment Fund (PIF) tengah pertimbangkan kemungkinan menjual Newcastle United lalu mengakuisisi klub raksasa Liga Inggris lainnya.

Seperti diketahui, PIF sudah mengakuisisi Newcastle sejak Oktober 2021, namun prestasi The Magpies setelah tiga tahun pembelian itu masih stagnan.

Untuk itu, perusahaan milik putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman itu mungkin akan mengalihkan bisnis ke klub yang lebih prospek meraih prestasi tertinggi di Inggris dan Eropa.

Baca Juga: Singgung Pemecatan Pelatih Australia dan Arab Saudi, PSSI Tuntut Shin Tae Yong Bawa Indonesia Finis 4 Besar

Adapun dua klub raksasa Inggris yang kini masuk daftar incaran PIF adalah Liverpool dan Chelsea.

Memang ketika pemilik Fenway Sports Group mengambil alih Liverpool, mereka tidak akan mempertimbangkan tawaran akuisisi dari Arab Saudi, tetapi tampaknya hal itu kini menjadi mungkin.

Liverpool, yang saat ini menjalani rekor impresif di bawah Arne Slot, dengan bangga duduk di puncak klasemen Premier League.

Baca Juga: Penjelasan KEMENDIKDASMEN Soal Gebrakan Menteri Pendidikan Baru, Penggunaan Kembali NEM, Dikembalikannya Mapel PMP, Hingga PENGHAPUSAN PMM

Fakta ini jelas merupakan proposisi yang menarik bagi negara Timur Tengah tersebut.

Statista mencatat bahwa Liverpool memiliki nilai perusahaan sebesar 4,2 miliar euro.

Namun entitas mana pun yang ingin melakukan akuisisi agresif atau cara lain di klub pasti perlu membayar jauh melebihi jumlah itu.

Baca Juga: Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Peristiwa Bentrokan di Selambo, Dijanjikan Upah Rp3 Juta

Mengingat bahwa Dana Investasi Publik Arab Saudi diperkirakan memiliki aset senilai USD 925 miliar (Reuters), pembelian Liverpool jelas akan menjadi hal kecil bagi mereka.

Laporan dari The Independent juga mencatat bahwa PIF mempertimbangkan Chelsea sebagai kemungkinan pembelian lainnya.

Pastinya, pembelian klub London Barat atau klub Merseyside akan berarti mereka harus melepaskan kepemilikan di Newcastle.

Dipahami bahwa akuisisi terhadap Newcastle dan kurangnya kesuksesan di lapangan belum menciptakan banyak berita positif seperti yang diharapkan Saudi.

"Sehingga tujuan akhirnya haruslah untuk merebut salah satu "ikan besar" sepak bola Inggris," bunyi artikel The Independent.

Baca Juga: Benarkah Gaji Guru Ditambah Rp2 Juta Direalisasikan pada 2025? Simak Bocoran dari Mendidasmen Abdul Mu'ti

Masalahnya pemilik Chelsea Behdad Eghbali, Todd Boehly, dan Clearlake Capital tidak akan mudah dalam negosiasi untuk melepas The Blues.

Jadi PIF mungkin mempertimbangkan bahwa Liverpool, yang memiliki nama bersejarah dalam sepak bola dunia, adalah tujuan yang lebih realistis saat ini.

Lebih lanjut, sejarah dan ambisi masa depan mereka tampaknya lebih sejalan dengan arah yang ingin ditempuh oleh PIF.

Menarik ditunggu, apakag PIF akan mengalihkan investasi mereka ke Liverpool atau bahkan Chelsea.***

Download aplikasi berita Pojok Satu (https://www.pojoksatu.id/) di Play Store dan App Store (completed) untuk membaca berita lebih mudah, nyaman dan tanpa banyak iklan.