POJOKSATU.id - Pertandingan seru antara Timnas Indonesia melawan Jepang dimulai pukul 19.00 WIB pada Jumat, 15 November 2024, dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Duel berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pukul 19.00 WIB, dan akan dipimpin oleh wasit asal Iran, Mooud Bonyadifard.

Mooud Bonyadifard, yang lahir di Shahrekord, Iran, pada 8 September 1985, merupakan wasit berpengalaman di kancah internasional.

Dalam akun Instagram pribadinya, @mooud.bonyadifard, Mooud mencantumkan beberapa informasi mengenai dirinya yang menyatakan kapasitasnya sebagai seorang profesional.

Ia menyebut dirinya sebagai atlet, wasit internasional sepak bola, dan Ph.D dalam bidang manajemen olahraga, sekaligus seorang pendidik jasmani.

Baca Juga: Indonesia vs Jepang, Bek Manchester United Beri Dukungan ke Tim Garuda

Dalam postingan instagramnya 4 hari lalu, Mooud mendapat ucapan dari akun @ahmed_sabah_qasim "Allah save you," lalu disertai emoticon love. Mooud membalas dengan "Thank you brother", disertai emoticon tangan telungkup, bunga dan wajah bermata love.

Ia mulai terjun sebagai wasit di Liga Pro Teluk Persia pada 2011 dan menjadi wasit berlisensi FIFA sejak 2013.

Dengan rekam jejaknya di berbagai kompetisi besar, seperti Liga Champions Asia dan kualifikasi Piala Dunia, kehadirannya di laga ini diharapkan menjamin jalannya pertandingan yang adil.

Karier dan Kontroversi di Liga 1 Indonesia

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Mooud Bonyadifard bukanlah hal baru. Pada 2017, ia pernah dipercaya memimpin tiga pertandingan Liga 1, yakni laga Arema FC melawan Persib Bandung, Persija Jakarta kontra PSM Makassar, serta Bhayangkara FC menghadapi Sriwijaya FC.

Namun, kiprahnya di Liga 1 tak lepas dari sejumlah kontroversi.

Salah satu insiden yang menonjol terjadi dalam laga Persija melawan PSM. Mooud menganulir gol Wiljan Pluim pada menit ke-83 dengan alasan handball, meskipun tayangan ulang menunjukkan bola tidak menyentuh tangan Pluim.

Akibatnya, pertandingan berakhir imbang 2-2, memicu protes dari pihak PSM.

Baca Juga: Ini Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang Lawan Jepang, Naik Berapa?

Selain itu, pada laga Arema FC melawan Persib Bandung, sejumlah keputusan Mooud juga menjadi sorotan.

Manajer Persib saat itu, Umuh Muchtar, menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit asal Iran tersebut.

Persiapan Laga Melawan Jepang

Wasit pertandingan melawan Jepang ini telah dipastikan sejak pertemuan AFC di Korea, disebut akan dipimpin wasit dari Iran.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan bahwa laga berikutnya melawan Arab Saudi pada 19 November 2024 akan dipimpin oleh wasit asal Uzbekistan, Lutfullin Rustam.

"Untuk pertandingan melawan Jepang, wasitnya dari Iran, sementara pertandingan melawan Arab Saudi akan dipimpin oleh wasit dari Uzbekistan," ungkap Yunus di Jakarta.

Reputasi di Level Internasional

Terlepas dari kontroversinya di Liga 1, Mooud tetap menjadi salah satu wasit yang dihormati di level internasional. Menurut data Transfermarkt, ia telah memimpin 235 pertandingan, mengeluarkan 871 kartu kuning, 49 kartu merah, dan sering memberikan penalti.

Ketegasannya di lapangan membuatnya dikenal sebagai sosok yang berani mengambil keputusan sulit.

Baca Juga: Indonesia Pernah Libas Jepang 7-0! Momen Bersejarah Terulang di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Bakal Terulang?

Pengalaman internasional lainnya termasuk memimpin laga perempat final Piala Asia U-19 2018, di mana Timnas U-19 Indonesia kalah 0-2 dari Jepang.

Dengan segala pengalamannya, Mooud diharapkan dapat menjaga netralitas dan memberikan keputusan yang adil dalam laga besar nanti.

“Kami tidak berharap ada pihak yang berpihak, yang penting adalah netralitas,” tegasYunus Nusi.***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.