POJOKSATU.ID - Final Liga Champions musim 2024/25 menyajikan kejutan besar. Tanpa Real Madrid, tanpa wakil Liga Premier Inggris yang kaya raya, tanpa Barcelona yang bangkit, dan bahkan tanpa Bayern Munich yang dipimpin Harry Kane.
Sebaliknya, final akan mempertemukan Paris Saint Germain dan Inter Milan — dua tim yang tidak banyak diprediksi bakal bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di level klub Eropa.
Kedua klub ini bukan favorit saat fase liga format baru berjumlah 36 tim dimulai pada September lalu.
Baca Juga: David Beckham dan Gary Neville Jadi Bos Baru Salford City, Klub Kasta Keempat Liga Inggris
Bahkan, PSG — yang kini tanpa Kylian Mbappe dan berada di era pasca 'galacticos' — hanya memastikan lolos ke fase gugur setelah menang di laga terakhir fase liga.
Itupun PSG harus melewati babak play off dengan menyingkirkan klub sesama Prancis, Brest, untuk menyegel satu tiket babak 16 besar.
Namun beberapa bulan kemudian, PSG justru dipuji sebagai salah satu tim paling atraktif di turnamen ini setelah menyingkirkan sejumlah wakil Inggris dalam usahanya meraih gelar Eropa pertama.
Baca Juga: Info Terbaru Guru dan PPG: TPG Triwulan 2 Cair Lebih Awal dan Tambahan THR 2025
Di sisi lain, Inter Milan, sang juara tiga kali yang tampil tanpa banyak bintang namun solid secara taktik dan mental, kembali tampil mengejutkan, seperti ketika mereka mencapai final 2023 dan kalah dari Manchester City.
Kapan dan di Mana Final Liga Champions?
Allianz Arena di Munich akan menjadi tuan rumah final pada 31 Mei atau Minggu dini hari WIB 1 Juni 2025.
Baca Juga: Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Medan Kawal Ketat Pemulangan 10 WNI dari Malaysia
Ini adalah kali kelima kota Munich menjadi tuan rumah final Liga Champions.
Tiga final pertama (1979, 1993, dan 1997) digelar di Olympiastadion.
Allianz Arena sendiri pernah menjadi saksi kemenangan Chelsea atas Bayern Munich lewat adu penalti pada 2012.
Band rock asal Amerika, Linkin Park, akan tampil dalam acara pra-pertandingan atau sebelum kick off PSG vs Inter Milan.
Hadiah dan Nilai Ekonomi
Real Madrid meraih hampir 139 juta euro (sekitar Rp2,5 triliun) musim lalu saat menjuarai Liga Champions. Musim ini, jumlah hadiah meningkat seiring format baru.
Total hadiah lebih dari 2 miliar euro naik 25 persen dibandingkan musim sebelumnya.
Itu karena jumlah tim bertambah dari 32 menjadi 36 dan jumlah pertandingan awal naik dari enam menjadi delapan.
PSG atau Inter diperkirakan bisa meraih minimal 150 juta euro jika keluar sebagai juara.
Angka ini bisa meningkat lewat partisipasi keduanya di Piala Dunia Antarklub 32 tim di Amerika Serikat pada Juni-Juli, dengan potensi hadiah lebih dari USD 100 juta.
Rekor Pertemuan
PSG dan Inter belum pernah bertemu di Liga Champions. Ini menjadi duel segar antara dua klub besar Eropa.
Baca Juga: Hadiri Aksi Jalan Rusak Jilid II, Bupati Malah Diprotes Karena dianggap Omdo
Perjalanan Menuju Final
PSG menjadi tim Prancis ketiga yang dua kali mencapai final Liga Champions setelah Reims dan Marseille. Final sebelumnya terjadi pada 2020 saat kalah dari Bayern.
Perjalanan PSG kali ini cukup berat, menyingkirkan Brest, lalu Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal.
Sebelumnya, mereka juga menang penting atas Manchester City di fase liga meski sempat terseok dengan hanya satu kemenangan dari lima laga awal.
Sementara Inter sudah pernah juara pada 1964, 1965, dan 2010.
Tim asuhan Simone Inzaghi lolos langsung ke 16 besar usai finis keempat di fase liga, hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga.
Di fase gugur, Inter menyingkirkan Feyenoord, Bayern Munich, dan Barcelona dalam dua laga semifinal yang dramatis.
Perbedaan Struktur Kepemilikan
PSG baru menunjukkan kekuatannya sejak dibeli Qatar Sports Investments pada 2011.
Sejak itu, mereka mendominasi Ligue 1 dengan 11 gelar dalam 13 tahun terakhir.
Kini, gelar Eropa menjadi target utama setelah mengubah strategi: tak lagi bertumpu pada superstar seperti Messi, Neymar, atau Mbappe, melainkan pemain muda seperti Joao Neves dan Desire Doue.
Inter memiliki kisah finansial yang lebih berliku.
Klub ini kini dimiliki oleh dana investasi asal AS, Oaktree, sejak Mei lalu, menggantikan Suning asal Tiongkok yang mengakhiri masa kepemilikannya karena krisis utang.
Sebelumnya, klub sempat dikuasai konsorsium milik pengusaha Indonesia, Erick Thohir yang kini menjabat Menteri BUMN era Presiden RI Prabowo Subianto.
Musim ini, PSG sudah mengamankan gelar Ligue 1, sementara Inter masih bersaing dengan Napoli di Serie A.***

