POJOKSATU.id - Real Madrid mulai bergerak lebih awal menyusun strategi untuk bursa transfer musim panas 2026. Di tengah rencana besar merombak lini tengah, satu nama muncul sebagai target utama: Vitinha.

Gelandang milik Paris Saint-Germain itu kini masuk dalam daftar prioritas Los Blancos. Bukan tanpa alasan.

Vitinha dinilai memiliki profil ideal untuk kebutuhan Madrid saat ini —seorang pengatur tempo yang mampu menghubungkan lini belakang dan serangan dengan presisi tinggi.

Di internal klub, ada kesadaran bahwa skuad yang ada memang masih kompetitif. Namun, kebutuhan akan sosok playmaker baru semakin mendesak.

Baca Juga: Preview FA Cup: City Unggul Tren, Liverpool Andalkan Salah

Real Madrid mencari pemain yang bukan hanya kreatif, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan permainan, terutama dalam situasi transisi.

Di sinilah Vitinha dianggap unggul.

Pemain asal Portugal tersebut dikenal sebagai gelandang komplet. Ia tak hanya piawai dalam distribusi bola, tetapi juga disiplin dalam bertahan.

Kombinasi ini membuatnya menjadi salah satu gelandang paling menonjol di Eropa saat ini.

Namun demikian, upaya mendatangkannya dipastikan tidak akan berjalan mulus.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Man City untuk Lawan Liverpool di FA Cup: Haaland Siap, Bek Andalan Diragukan

PSG berada dalam posisi kuat. Klub asal Prancis itu tidak memiliki tekanan untuk melepas pemainnya.

Artinya, peluang transfer sangat bergantung pada keinginan Vitinha sendiri—apakah ia terbuka untuk mencari tantangan baru atau tetap bertahan di Paris.

Di sisi lain, faktor finansial juga menjadi penghalang besar.

Untuk memboyong Vitinha, Real Madrid harus menyiapkan dana lebih dari 100 juta euro atau sekitar Rp1,9 triliun.

Angka tersebut bukan sesuatu yang biasa dikeluarkan klub, kecuali untuk pemain yang benar-benar dianggap investasi jangka panjang.

Meski demikian, di lingkungan Madrid, ada keyakinan bahwa harga tersebut sepadan dengan kualitas yang ditawarkan.

Menariknya, klub tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.

Baca Juga: Mahasiswa ITPLN Raih Juara 3 BRIN–FAO Lewat Riset AI Prediksi Penyakit Hewan

Performa Vitinha di sisa musim ini akan menjadi bahan evaluasi utama. Selain itu, turnamen besar seperti Piala Dunia juga bisa menjadi panggung penentu yang memengaruhi nilai dan keputusan akhir.

Di sisi lain, hubungan antara Real Madrid dan PSG memang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir. Namun, situasi kini mulai mencair, membuka peluang negosiasi—meski tetap diprediksi kompleks.

Untuk saat ini, Vitinha masih sebatas target yang dikagumi. Tetapi dalam tradisi Real Madrid, kekaguman saja tidak cukup.

Semua akan bergantung pada dua hal: kesiapan finansial dan momentum yang tepat.

Jika keduanya bertemu, bukan tidak mungkin Vitinha akan menjadi bagian dari era baru lini tengah Real Madrid.***