POJOKSATU.id - Southampton dan Arsenal akan menutup kiprah mereka di Premier League 2024/2025 dengan bentrok di St. Mary’s Stadium, Minggu (25/5/2025) pukul 22.00 WIB.

Meski sama-sama mengakhiri musim, atmosfer yang menyelimuti kedua tim sangat kontras.

Arsenal membawa optimisme masa depan, sementara Southampton menatap hari esok dengan nuansa keprihatinan.

Laga pekan ke-38 ini ibarat dua jalan yang berseberangan.

Baca Juga: SKTP Terbit Akhir April sampai Awal Mei Masih Banyak yang Belum dapat TPG, Tenang Pemerintah Sudah Atur Jadwal Pencairannya!

Arsenal, yang telah mengamankan tiket Liga Champions musim depan, hanya perlu menjalani formalitas.

Sebaliknya, bagi Southampton, ini adalah laga selamat tinggal dari kasta tertinggi sepak bola Inggris, sekaligus momen terakhir untuk memberi penghormatan kepada para suporter yang setia mendampingi sepanjang musim penuh luka.

The Gunners datang ke pesisir selatan Inggris dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United di pekan sebelumnya.

Hasil tersebut menjadi titik balik penting setelah sebelumnya pasukan Mikel Arteta sempat mengalami tiga laga tanpa kemenangan.

Baca Juga: SK Belum Ditangan, Apakah Honorer yang Lulus Seleksi PPPK dan CPNS Tetap Tidak akan Diberi Gaji Oleh Instansi? Cek Arahan dari Pusat!

Secara klasemen, posisi Arsenal di peringkat dua relatif aman.

Namun, Arteta tetap membawa semangat menang, bukan hanya demi gengsi, tetapi juga untuk menjaga ritme dan aura positif jelang persiapan pramusim.

Selain itu, mereka tentu tak ingin menyudahi musim dengan hasil mengecewakan, apalagi menghadapi tim yang secara matematis sudah terdegradasi.

Pelatih asal Spanyol itu kemungkinan akan melakukan rotasi pemain, memberi menit bermain bagi skuad pelapis dan pemain muda.

Baca Juga: Panduan Lengkap SPMB SMK Jabar 2025, Begini Jadwal dan Syarat Pendaftaran, Jalur Prestasi 50 persen Kuota

Nama-nama seperti Myles Lewis-Skelly dan Jakub Kiwior berpeluang tampil sejak awal.

Namun, sektor depan tetap diisi wajah familiar seperti Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, dengan Kai Havertz yang siap kembali jadi tumpuan di lini serang.

Bagi Southampton, musim ini seperti lorong gelap tanpa ujung.

Kepastian degradasi datang beberapa pekan lalu, dan sejak itu, mereka bermain tanpa tekanan tapi juga tanpa arah yang jelas.

Baca Juga: HONORER Tak Lolos PPPK Tahap 2 Dipastikan Tidak akan Dipecat Jika Mau Patuhi 5 Aturan Ini!

Namun, hasil imbang mengejutkan tanpa gol saat menghadapi Manchester City pekan lalu menjadi bukti bahwa semangat belum sepenuhnya padam.

Pertandingan kontra Arsenal menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain The Saints untuk menebus kegagalan musim ini di hadapan pendukung sendiri.

Bisa jadi, ini juga menjadi laga perpisahan bagi sejumlah nama yang kemungkinan besar hengkang ke klub lain begitu bursa transfer musim panas dibuka.

Di bawah arahan pelatih sementara Simon Rusk, Southampton kemungkinan kembali menerapkan pendekatan defensif.

Baca Juga: AKHIRNYA PT Taspen Beri Kepastian Pembayaran Gaji ke 13 Bagi Pensiuan ASN, Ternyata Bukan Tanggal 1 Juni, Cek Jadwalnya!

Mereka terbukti bisa meredam City, dan akan mencoba mengulangi taktik yang sama, kali ini dengan harapan bisa mencuri gol dari serangan balik cepat.

Namun, masalah terbesar Southampton bukan sekadar taktik, melainkan konsistensi individu dan organisasi permainan yang rapuh.

Dengan catatan hanya lima kemenangan sepanjang musim, sulit berharap banyak dari tim yang nyaris kehilangan semangat juang.

Jika merujuk pada lima pertemuan terakhir, Arsenal memegang dominasi dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Baca Juga: Scan Ijazah pada Berkas Lapor Diri PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Apakah Harus Dilegalisir? Pihak GTK Beri Penjelasannya!

Satu-satunya kemenangan Southampton terjadi pada April 2022, ketika mereka menang tipis 1-0 di kandang.

Secara umum, Arsenal tampil lebih tajam dan konsisten sepanjang musim.

Dengan total 74 gol, mereka menjadi salah satu tim paling produktif di liga, hanya kalah dari Manchester City dan Liverpool.

Sementara Southampton baru mengemas 29 gol, jumlah terendah kedua di antara seluruh kontestan musim ini.

Baca Juga: Mahasiswa Untirta Gelar Pelatihan Tata Boga di Lapas Rangkasbitung, Bekali Warga Binaan Keterampilan Wirausaha

Pertandingan diprediksi berjalan dengan dominasi Arsenal sejak menit awal.

Meskipun kemungkinan besar Arteta menurunkan beberapa pemain cadangan, kualitas individu dan pengalaman tetap berada di level yang jauh lebih tinggi dibandingkan tuan rumah.

Southampton mungkin bermain lepas, tanpa beban, namun justru itu bisa menjadi bumerang ketika menghadapi tim yang cerdas dalam membaca ruang dan mengendalikan tempo.

Kehadiran Odegaard di lini tengah akan menjadi pembeda dalam distribusi bola dan penciptaan peluang.

Satu-satunya harapan Southampton mungkin datang dari bola mati atau kesalahan individual Arsenal.

Baca Juga: Disdik Depok soal Hukuman Oknum Guru Pelaku Pelecehan Belasan Siswi Hingga Sebabkan Trauma: Tentunya Sanksi Tegas

Namun, hal itu membutuhkan presisi dan ketenangan yang jarang terlihat dari The Saints musim ini.

Sulit melihat Arsenal kehilangan poin di laga ini, bahkan dengan formasi eksperimen sekalipun.

Southampton memang bisa saja memberi perlawanan, namun kualitas permainan dan efisiensi Arsenal akan menjadi penentu.

Laman Who Scored memprediksi Arsenal akan mampu menundukkan tuan rumah Southampton dengan skor 0-2.

Baca Juga: Tayang 10 Juli, Selepas Tahlil Film Horor Teror Setelah Pemakaman Sang Ayah, Jenazah Bangkit dan Jalan Sendiri dari Surabaya ke Lamongan

Perkiraan Susunan Pemain

Southampton (3-4-2-1): Ramsdale; Stephens, Wood, Harwood-Bellis; Wellington, Ogochukwu, Downes, Bree; Fernandes, Dibling; Archer

Pelatih: Simon Rusk

Arsenal (4-3-3): Raya; Lewis-Skelly, Calafiori, Kiwior, White; Rice, Partey, Odegaard; Martinelli, Havertz, Saka

Pelatih: Mikel Arteta

***