POJOKSATU.id - Liga Italia memasuki pekan-pekan penentuan. Pada Selasa (22/4/2025) dini hari WIB, Stadion Ennio Tardini akan menjadi saksi pertarungan dua tim dengan ambisi berbeda saat Parma menjamu Juventus.
Laga yang dijadwalkan kick-off pukul 01.45 WIB ini tak sekadar pertarungan tiga poin, melainkan juga tentang nasib di ujung musim.
Di papan bawah klasemen, Parma terus menggenggam harapan bertahan di Serie A meski dengan napas yang tersengal.
Hanya berjarak empat poin dari zona degradasi, setiap pertandingan kini bernilai final.
Sejak Cristian Chivu mengambil alih kursi pelatih, Parma mulai menemukan stabilitas, terutama di lini belakang.
Hasil imbang tanpa kebobolan melawan Inter dan Fiorentina menjadi bukti pertahanan mereka mulai terkonsolidasi.
Namun, ada harga yang harus dibayar.
Parma belum bisa menemukan ketajaman di lini depan.
Meski tampil berani dan rapi, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Melawan Juventus, mereka dihadapkan pada dilema: bertahan demi satu poin atau berjudi menyerang demi harapan penuh.
Di sisi lain, Juventus berada dalam tekanan berbeda.
Perebutan tiket ke Liga Champions masih terbuka lebar, dan setiap terpeleset bisa berakibat fatal.
Igor Tudor, yang baru beberapa pekan menukangi Bianconeri, sudah mempersembahkan dua kemenangan kandang.
Namun, rekor tandangnya masih jadi tanda tanya.
Baca Juga: Hari Kartini, KAI Daop 3 Cirebon Gelar Lomba Baca Puisi dan Shopping At Station
Datang ke markas Parma tanpa beberapa pilar utama seperti Bremer, Milik, dan Gatti, Juventus dipaksa tampil dengan komposisi darurat.
Meski begitu, mereka masih punya sederet pemain berkualitas.
Dusan Vlahovic akan tetap menjadi tumpuan, ditopang pemain muda potensial seperti Kenan Yildiz dan Matias Soule, bila pulih tepat waktu.
Chivu dikenal sebagai pelatih yang pragmatis.
Ia tak segan menumpuk pemain di lini tengah demi memotong suplai bola lawan.
Taktik ini kemungkinan kembali digunakan untuk membatasi pergerakan lini depan Juventus yang mengandalkan pergerakan sayap dan second-line attack.
Tudor, di sisi lain, dikenal mengusung permainan menyerang agresif dengan transisi cepat.
Jika Juventus bisa mencuri gol lebih dulu, mereka punya kans besar untuk mendominasi pertandingan.
Namun, jika justru Parma yang lebih dulu mencetak gol, situasi bisa jadi rumit bagi tim tamu.
Parma belum pernah menang atas Juventus sejak 2015, dan statistik empat kekalahan beruntun di kandang sendiri melawan Si Nyonya Tua tentu jadi bayang-bayang.
Namun musim ini, mereka telah membuktikan bisa merepotkan tim besar, termasuk hasil imbang di Turin pada paruh pertama musim.
Meski Juventus datang dengan kondisi skuad pincang, mereka tetap difavoritkan.
Parma mungkin bisa bertahan dalam waktu lama, tapi kedalaman skuad Juventus berpotensi menjadi pembeda di babak kedua.
Baca Juga: Profil Try Sutrisno Dukung Pencopotan Wapres Gibran, Punya Anak Menantu 4 Orang Jenderal
Laman Who Scored memprediksi Juventus akan mampu menundukkan tuan rumah Parma dengan skor tipis 0-1.
Perkiraan Susunan Pemain
Parma (3-5-2): Suzuki; Vogliacco, Leoni, Valenti; Del Prato, Bernabe, Keita, Sohm, Valeri; Pellegrino, Bonny.
Pelatih: Cristian Chivu.
Juventus (3-4-2-1): Di Gregorio; Kalulu, Veiga, Kelly; Weah, Locatelli, Thuram, McKennie; Gonzalez, Conceicao; Vlahovic.
Pelatih: Igor Tudor.
***
