POJOKSATU.id - Laga Como vs Inter Milan di pekan ke-38 Serie A musim 2024/2025 bakal menjadi panggung penentuan juara.
Duel panas ini akan berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (23/5/2025) pukul 01.45 WIB, disiarkan langsung melalui Vidio.
Inter Milan tengah berada di ambang sejarah.
Satu laga terakhir akan menjadi penentu, apakah Nerazzurri mampu merebut mahkota Scudetto dari tangan Napoli, atau justru harus menunda ambisi itu.
Baca Juga: BATAS Usia Pensiun ASN Kini Jadi 70 Tahun? Kepala BKN Beri Penjelasan, Begini Katanya!
Como menjadi lawan terakhir mereka yang merupakan tim promosi yang secara mengejutkan tampil solid musim ini.
Dipimpin oleh pelatih muda Cesc Fabregas, Como menjelma sebagai kejutan menyenangkan di Serie A 2024/2025.
Alih-alih sekadar berjuang menghindari degradasi, I Lariani berhasil menorehkan 8 laga tanpa kekalahan (6 menang, 2 imbang), dan kini nyaman di posisi ke-10 klasemen dengan 49 poin.
Mereka tidak memiliki kepentingan klasemen dalam laga ini.
Baca Juga: aMayzing AHASS: Promo Servis Motor Honda di Jabar, Diskon Hingga 50 Persen dan Voucher Gratis
Namun, hal itu justru membuat Como lebih berbahaya. Bermain tanpa tekanan, dengan semangat menutup musim dengan prestise, Fabregas kemungkinan besar akan menurunkan skuad terbaik yang tersisa.
Absennya beberapa pilar seperti Alberto Dossena, Assane Diao, Dele Alli, dan Sergi Roberto karena cedera serta Edoardo Goldaniga yang terkena akumulasi kartu, memang menjadi pukulan.
Namun, Fabregas terbukti piawai merotasi skuad, terutama dalam mengandalkan pemain muda seperti Nico Paz dan Maxence Caqueret.
Dengan basis permainan menyerang yang cair, Como akan mencoba menyulitkan Inter melalui kombinasi permainan sayap dan penguasaan bola di tengah.
Secara mental, mereka lebih tenang, dan itu bisa jadi senjata utama mereka dalam mengguncang ambisi Nerazzurri.
Di sisi lain, Inter Milan datang ke Como dengan tekanan luar biasa.
Pasukan Simone Inzaghi saat ini duduk di peringkat dua dengan 78 poin, hanya terpaut satu angka dari Napoli di puncak.
Situasi ini menjadi makin pelik mengingat Napoli juga akan melakoni laga penentuan kontra Cagliari.
Inter tidak hanya harus meraih poin penuh, tapi juga menggantungkan harapan pada hasil laga di tempat lain.
Baca Juga: Telkom Tanam 5.000 Mangrove di Tarakan, Harmoni Teknologi dan Alam Sambut Hari Keanekaragaman Hayati
Jika Inter menang dan Napoli gagal, maka gelar Scudetto akan mendarat ke kota Milan.
Namun, jika Inter hanya bermain imbang dan Napoli kalah, kedua tim akan sama-sama mengoleksi 79 poin.
Dalam situasi seperti ini, Serie A akan menggelar pertandingan playoff penentu juara, untuk pertama kalinya sejak regulasi baru diberlakukan.
Inzaghi diprediksi menurunkan tim terbaik.
Lautaro Martinez dan Marcus Thuram akan menjadi tumpuan lini depan.
Lini tengah yang dikomandoi Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella akan menjadi motor serangan, sementara trio bek Acerbi, Bisseck, dan Bastoni akan mengawal lini belakang.
Masalah utama Inter terletak pada beban mental.
Setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Lazio pekan lalu, mereka tidak boleh terpeleset lagi.
Laga ini bukan hanya soal taktik, tapi juga soal ketenangan dalam menanggung ekspektasi tinggi.
Baca Juga: Modus Anggota DPRD Sumut Hamili Pegawai Bank Swasta, Korban Dijanjikan Karier Cemerlang
Kemenangan atas Como juga menjadi modal penting bagi Inter sebelum bertarung di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 1 Juni mendatang.
Gelar domestik akan menjadi tambahan energi dan kepercayaan diri menjelang duel di panggung Eropa.
Dalam rekor pertemuan, Inter Milan unggul mutlak atas Como.
Dari empat pertemuan terakhir, Inter selalu menang, termasuk kemenangan 2-0 di pertemuan pertama musim ini.
Kondisi fisik, kualitas pemain, dan motivasi tinggi membuat Inter Milan tetap diunggulkan.
Namun, Como bukan lawan sembarangan.
Mereka sudah membuktikan mampu menjegal tim-tim besar dengan permainan agresif dan penuh determinasi.
Laman Who Scored memprediksi Inter Milan akan mampu mengalahkan Como dengan skor tipis 1-2.
Prediksi Susunan Pemain
Como (4-2-3-1): Jean Butez; Mergim Vojvoda, Marc-Oliver Kempf, Alex Valle, Alberto Moreno; Maximo Perrone, Lucas Cunha; Gabriel Strefezza, Maxence Caqueret, Nico Paz; Anastasios Douvikas.
Pelatih: Cesc Fabregas
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Yann Bisseck, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco; Lautaro Martinez, Marcus Thuram.
Pelatih: Simone Inzaghi
***
