POJOKSATU.id – Persiapan Tim Nasional Iran menuju Piala Dunia 2026 kembali menghadapi hambatan setelah sejumlah anggota penting staf pelatih dilaporkan gagal memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Situasi tersebut memicu protes dari pemerintah Iran yang menilai kebijakan itu sebagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional mereka.
Di tengah ketegangan diplomatik yang masih berlangsung antara kedua negara, persoalan visa kini menjadi sorotan menjelang dimulainya turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Kedutaan Besar Iran menyebut penolakan visa tidak hanya menimpa beberapa staf biasa.
Sejumlah individu yang memiliki peran penting dalam operasional dan persiapan tim selama kompetisi berlangsung juga mengalami nasib yang sama.
Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial, pihak kedutaan mempertanyakan alasan otoritas Amerika Serikat yang hanya mengumumkan pemberian visa kepada para pemain, tanpa menjelaskan nasib sebagian besar anggota staf pendukung.
"Kenapa tidak disebutkan bahwa visa ditolak untuk banyak anggota manajemen, staf eksekutif, penasihat teknis, dan pihak lain yang merupakan bagian integral dari tim nasional sepak bola?" demikian pernyataan yang disampaikan Kedutaan Besar Iran.
Mereka juga menuding kebijakan tersebut sebagai bentuk campur tangan politik dalam dunia olahraga yang dinilai merugikan persiapan tim menjelang pertandingan.
Baca Juga: BCA Penuhi Komitmen Bagikan Dividen Interim 3 Kali, Termin Pertama untuk Tahun 2026 Mulai Dibayarkan
Basis Tim Dipindah ke Meksiko
Ketidakpastian mengenai akses masuk ke Amerika Serikat membuat Federasi Sepak Bola Iran mengambil langkah darurat dengan memindahkan pusat kegiatan tim selama turnamen dari Arizona ke wilayah Meksiko.
Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian negosiasi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir belum menghasilkan kepastian mengenai mobilitas seluruh delegasi Iran selama kompetisi berlangsung.
Namun, persoalan baru muncul setelah Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan adanya pembatasan tambahan yang berpotensi menyulitkan pelaksanaan agenda resmi Piala Dunia.
Menurut Pasandideh, tim nasional Iran kemungkinan hanya diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan berlangsung dan harus segera meninggalkan negara tersebut setelah laga berakhir.
"Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus pergi pada hari yang sama," kata Pasandideh kepada sejumlah wartawan saat menjelaskan kondisi terbaru yang dihadapi delegasi Iran.
Jika informasi tersebut benar, Iran berpotensi tidak dapat mengikuti sejumlah kegiatan resmi yang diwajibkan FIFA sebelum pertandingan.
Termasuk sesi konferensi pers dan latihan resmi di stadion sehari sebelum laga.
Padahal, regulasi Piala Dunia mengharuskan setiap tim hadir di lokasi pertandingan sehari sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan media dan persiapan teknis yang telah ditetapkan penyelenggara.
AS Tegaskan Visa Pemain Sudah Diterbitkan
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa visa yang diperlukan agar Timnas Iran dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia telah diterbitkan sesuai kebutuhan kompetisi.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya tetap memberikan akses bagi para pemain untuk mengikuti turnamen, meskipun terdapat pembatasan terhadap individu tertentu dalam delegasi.
Dalam pernyataannya, pemerintah AS juga menegaskan bahwa sistem visa tidak akan digunakan oleh pihak mana pun untuk memasukkan individu yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.
Baca Juga: Sony Sonjaya Klaim 30 Orang Besar Terlibat Korupsi BGN,Nama-namanya Tersimpan di Ponsel
Perselisihan terbaru ini menambah panjang daftar ketidakpastian yang mengiringi partisipasi Iran pada Piala Dunia 2026 selama beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyinggung kehadiran Iran dalam turnamen tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Maret lalu.
Trump menyatakan dirinya tidak yakin kehadiran Iran dalam turnamen itu akan menjadi keputusan yang tepat, terutama terkait aspek keselamatan dan keamanan.
Meski demikian, Iran tetap dijadwalkan tampil di Grup G Piala Dunia 2026. Mereka akan memulai perjalanan dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.
Selanjutnya, Iran akan kembali bermain di Stadion SoFi untuk menghadapi Belgia pada 21 Juni sebelum menutup fase grup dengan melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Hingga kini, belum ada kejelasan apakah pembatasan visa tersebut akan berubah menjelang pertandingan pertama.
Namun, kondisi itu berpotensi mengganggu persiapan teknis Iran yang membutuhkan kehadiran penuh staf pelatih dan pendukung selama turnamen berlangsung.***

