POJOKSATU.id – Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatat sejarah sebagai turnamen terbesar dengan 48 peserta, tetapi juga menghadirkan perubahan aturan terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.

FIFA resmi memperkenalkan 11 kebijakan baru yang akan diterapkan sepanjang turnamen demi meningkatkan kualitas pertandingan dan mengurangi kontroversi.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa fokus utama perubahan tersebut adalah menjaga tempo pertandingan tetap berjalan efektif.

Selain itu, FIFA ingin meminimalkan kesalahan krusial yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan pada ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Baca Juga: Timnas Inggris Jadi Skuad Termahal di Piala Dunia 2026, Iran Paling Rendah

Sejumlah aturan baru akan langsung diterapkan selama turnamen dan sebagian besar diperkirakan masuk kompetisi domestik musim mendatang.

Wasit asal Inggris, Michael Oliver, termasuk dalam daftar 51 pengadil lapangan yang akan memimpin pertandingan selama Piala Dunia berlangsung.

FIFA Perangi Pemborosan Waktu

Salah satu perhatian utama FIFA adalah kebiasaan membuang waktu yang sering terjadi pada fase akhir pertandingan.

Kini, pemain yang terlalu lama melakukan lemparan ke dalam atau tendangan gawang bisa menerima hukuman yang lebih merugikan timnya.

Baca Juga: FIFA Pangkas Pemesanan Hotel di Kansas City, Ribuan Kamar yang Disiapkan untuk Piala Dunia 2026 Batal Terpakai

Jika wasit menilai terdapat unsur kesengajaan menunda permainan, tendangan gawang dapat berubah menjadi tendangan sudut bagi lawan.

Sementara lemparan ke dalam berpotensi diberikan kepada tim lawan apabila eksekusi dilakukan melebihi batas waktu yang ditentukan.

Wasit akan menggunakan hitungan mundur selama lima detik sebagai peringatan visual kepada pemain yang bersiap melakukan restart permainan.

Perubahan lain juga berlaku pada proses pergantian pemain yang selama ini sering dimanfaatkan untuk mengulur waktu pertandingan.

Pemain yang ditarik keluar lapangan wajib meninggalkan area permainan dalam waktu maksimal sepuluh detik dari titik terdekat.

Apabila pemain gagal memenuhi ketentuan tersebut, penggantinya tidak diizinkan masuk setidaknya selama satu menit penuh.

Konsekuensinya, sebuah tim bisa bermain dengan sepuluh pemain hingga pertandingan berhenti dan pergantian baru diizinkan dilakukan.

Baca Juga: Luar Biasa, Siswi MAN 1 Pekanbaru Ini Diterima di 22 Kampus Luar Negeri, Kantongi 4 Beasiswa Internasional Sekaligus

Aturan tambahan juga diterapkan terhadap pemain yang mendapatkan perawatan medis selama pertandingan sedang berlangsung.

Jika tim medis masuk ke lapangan, pemain yang ditangani harus menunggu selama satu menit sebelum kembali bermain.

Kebijakan tersebut berlaku untuk hampir semua pemain, kecuali dalam kondisi tertentu seperti cedera kepala atau penjaga gawang.

VAR Diberi Wewenang Lebih Besar

Teknologi Video Assistant Referee atau VAR juga memperoleh cakupan tugas yang lebih luas dibandingkan turnamen sebelumnya.

Baca Juga: Pertamax Naik 32 Persen, Danantara Klaim Harga Mahal Saat Ini Masih Separuh Harga Aslinya

VAR kini dapat membantu memastikan keputusan tendangan sudut diberikan kepada tim yang memang berhak mendapatkannya.

Selain itu, VAR juga berwenang meninjau kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah bagi seorang pemain.

Sebelumnya, keputusan kartu kuning kedua tidak dapat ditinjau ulang meskipun memicu perdebatan setelah pertandingan selesai.

FIFA juga memberikan akses kepada VAR untuk meninjau pelanggaran menyerang yang terjadi sebelum bola masuk permainan.

Situasi tersebut biasanya muncul saat sepak pojok berlangsung dan berpotensi memengaruhi terciptanya gol atau hukuman disiplin.

Tambahan lainnya adalah kemampuan VAR memperbaiki kasus salah identitas ketika wasit memberikan kartu kepada pemain yang keliru.

Menurut FIFA, langkah tersebut bertujuan mengurangi kesalahan administratif yang dapat berdampak besar terhadap jalannya pertandingan.

Protes Berlebihan Bisa Berujung Kartu Merah

FIFA juga memperketat aturan terkait perilaku pemain yang dianggap tidak menghormati perangkat pertandingan selama laga berlangsung.

Baca Juga: 50 Soal PAT Matematika Kelas 5 SD Semester 2 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan

Pemain dapat langsung menerima kartu merah apabila menutupi mulut saat melakukan konfrontasi yang dianggap tidak pantas.

Aturan tersebut muncul setelah sejumlah kasus penggunaan bahasa diskriminatif dalam pertandingan level internasional beberapa waktu terakhir.

Selain itu, pemain yang sengaja meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit juga berisiko mendapat kartu merah.

Kebijakan tersebut diambil setelah beberapa insiden kontroversial yang menyebabkan pertandingan sempat terhenti dalam waktu cukup lama.

Collina berharap seluruh perubahan aturan dapat membuat pertandingan berjalan lebih lancar, adil, dan menarik bagi penonton.

"Penting bagi kami memastikan sepak bola tetap mengalir dan keputusan penting bisa diambil dengan tingkat akurasi lebih tinggi," ujar Collina dalam penjelasannya kepada peserta Piala Dunia.

Dengan sederet aturan baru tersebut, Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi salah satu turnamen paling berbeda dalam sejarah sepak bola modern.***