POJOKSATU.ID- Hujan disertai angin kencang terjadi di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada hari Senin sore, 21 Oktober 2024.
Akibatnya, selain banjir di beberapa ruas jalan, Stadion Wibawa Mukti yang sedang direnovasi alami kerusakan cukup serius.
Atap tribun di bagian barat ambruk dan dan terbawa oleh angin kencang kurang lebih 100 meter ke dalam lapangan.
Kini, pada tribun tersebut hanya terlihat rangka tanpa atap yang berbahan spandek.
Keadaan di sekitar stadion juga porak-poranda diterjang hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.
Baca Juga: Prabowo Kemahkan Menteri di Lembah Tidar Magelang, Mirip Amerika Serikat dan Australia
Lapak pedagang kaki lima di luar stadion juga hancur hingga nyaris rata dengan tanah.
Adapun anggaran yang telah dikeluarkan untuk merenovasi stadion ini sebesar Rp29 miliar.
Stadion ini dibangun pada tahun 2012 dan baru diresmikan saat Kabupaten Bekasi menjadi tuan rumah Porda Jabar tahun 2014.
Menghabiskan anggaran sekitar Rp530 miliar, juga pernah jadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2016.
Memiliki kapasitas kurang lebih 30.000 penonton, stadion ini mulai populer ketika digunakan Persib Bandung untuk markas mereka.
Disebut memiliki fasilitas bertaraf Internasional, Stadion Wibawa Mukti kemudian dijadikan markas Timnas Indonesia U-16.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4000, Berikut Harga Pecahan Emas Batangan
Namanya kian meroket, hingga membuat AFC dan PSSI meliriknya untuk dijadikan venue netral laga kualifikasi Piala Asia U-16 tahun 2018 di grup J yang dihuni oleh Jepang, Singapura, Malaysia, dan Guam.
Beberapa pujian datang dari para peserta kualifikasi tersebut, salah satunya dari pelatih Jepang dan Guam.
Keduanya menyebut bahwa fasilitas yang tersedia sudah menunjang untuk pertandingan Internasional dan mereka puas dengan venue tersebut.
Namun, sejak saat itu Stadion Wibawa Mukti sudah tak dipakai lagi untuk menggelar pertandingan sepak bola.
Berdasarkan informasi stadion tersebut rencananya akan direnovasi, tapi terkendala pandemi yang melanda Indonesia.
Baca Juga: Pebalap Binaan Astra Honda Siap Harumkan Indonesia di Putaran Krusial IATC 2024 Buriram
Usai pandemi, nasib stadion di Cikarang ini belum juga terlihat perubahan yang benar-benar nyata.
Hingga akhirnya, hujan deras dan angin kencang menyapu stadion yang tak jelas kelanjutan renovasinya.
Bukan cuma masyarakat yang mengeluhkan bahwa stadion ini seperti didiamkan hingga berdebu dan tak terurus.
Alam seakan memberi tahu bahwa ada stadion bertaraf Internasional di Cikarang yang butuh sokongan dana dari pemerintah daerah setempat untuk diperbaiki dan digunakan sebagaimana mestinya.
Kabarnya, pihak terkait akan meninjau lokasi kejadian untuk melihat kerusakan yang terjadi.
Baca Juga: Debat Pertama Pilgub Digelar 30 Oktober, Berikut Tema Dan Panelis yang Disiapkan KPU Sumut
Kini, masyarakat berharap ada keseriusan pihak terkait untuk merenovasi Stadion Wibawa Mukti dan menjadikannya markas salah satu tim sepak bola atau Timnas.
Agar pembangunan yang sudah menghabiskan anggaran ratusan miliar tersebut tak percuma, dan roda ekonomi di sekitar stadion juga terus berputar.
Jangan sampai stadion yang dibangun dengan fasilitas Internasional ini menjadi tempat terbengkalai hingga akhirnya hanya jadi tempat pasangan muda-mudi kasmaran, seperti di stadion-stadion terbengkalai lainnya. ***

