POJOKSATU.id — Liga Primer Inggris resmi mengadopsi teknologi Semi-Automated Offside (SAOT) mulai Sabtu, 12 April 2025, sebagai bagian dari revolusi digital untuk mendukung kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan offside.
Setelah melewati serangkaian uji coba tanpa penonton di kompetisi domestik dan implementasi langsung di Piala FA, SAOT kini menjadi fitur resmi dalam setiap pertandingan Premier League.
Teknologi SAOT dirancang untuk menggabungkan sistem pelacakan optik tingkat tinggi dengan kecerdasan buatan, sehingga memungkinkan garis offside virtual diproses lebih cepat, konsisten, dan presisi — tanpa mengorbankan akurasi.
Pada debut perdananya di Liga Inggris, dua momen krusial langsung terjadi. SAOT membantu menganulir gol Eberechi Eze dalam laga Manchester City kontra Crystal Palace, serta menggagalkan gol Kieran Tierney saat Arsenal menghadapi Brentford.
Apa Itu SAOT dan Bagaimana Penerapannya?
SAOT atau Semi-Automated Offside Technology merupakan sistem canggih yang mendukung Video Assistant Referee (VAR) dalam situasi offside, terutama ketika keputusan sangat ketat dan membutuhkan kejelasan ekstra.
Meski disebut “semi-otomatis,” teknologi ini tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia, melainkan mempercepat proses analisis sebelum keputusan akhir ditentukan oleh VAR.
“Implementasi SAOT tidak hanya mempercepat pengambilan keputusan dalam situasi offside, tetapi juga menghadirkan konsistensi tinggi tanpa mengurangi tingkat akurasi,” demikian pernyataan resmi dari Premier League dalam laman resminya, premierleague.com.
Cara Kerja SAOT di Liga Inggris
Sistem ini memanfaatkan hingga 30 kamera khusus yang terpasang di seluruh stadion Premier League, merekam pergerakan pemain dan bola dengan kecepatan 100 frame per detik — dua kali lipat dari kamera siaran konvensional.
Kamera ini melacak hingga 10.000 titik data pada tubuh setiap pemain, serta posisi bola dengan presisi tinggi. Data tersebut secara otomatis diproses oleh perangkat lunak SAOT untuk menampilkan garis offside virtual kepada operator VAR.
Kenapa Disebut Semi Otomatis
SAOT tetap memerlukan campur tangan manusia dalam beberapa tahap.
VAR berperan penting untuk memvalidasi titik sentuh bola (kick point) dan memastikan bagian tubuh pemain yang menjadi acuan dalam keputusan offside sesuai dengan regulasi.
Selain itu, VAR juga menilai situasi-situasi subjektif seperti gangguan permainan tanpa bola oleh pemain yang berada di posisi offside, atau aksi pemain bertahan yang mempengaruhi jalannya bola.
Manfaat Utama Teknologi SAOT
-
Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
Sebelumnya, proses menentukan offside melibatkan penggambaran manual garis kalibrasi dengan crosshair, yang bisa memakan waktu.Kini, SAOT secara otomatis menghitung posisi pemain dan bola, sehingga keputusan bisa dipercepat hingga 30 detik lebih singkat dibanding metode konvensional.
-
Visualisasi Keputusan Lebih Transparan
Setelah keputusan diambil, sistem akan menampilkan visualisasi 3D yang jelas dan mudah dipahami melalui layar stadion maupun siaran resmi @PLMatchCentre di platform X.Garis merah menandai offside, sedangkan garis hijau menandai posisi onside, lengkap dengan dinding vertikal putih sebagai patokan, dan penanda biru pada titik tubuh pemain bertahan yang relevan.
-
Konsistensi Standar Liga
Sistem ini tetap mengikuti standar "garis lebih tebal" yang diterapkan Premier League sejak musim 2021/22, sehingga menjaga integritas persaingan dan konsistensi interpretasi aturan di seluruh pertandingan.
Baca Juga: Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kunci Tiga Poin Lawan Cagliari, SCUDETTO di Depan Mata!
Pertanyaan Umum Seputar SAOT
-
Apakah SAOT Akan Membatalkan Lebih Banyak Gol?
Tidak. SAOT tidak memengaruhi tingkat akurasi yang sudah tinggi dalam keputusan offside, melainkan mempercepat proses verifikasi. -
Apakah Bola Dilengkapi Chip?
Tidak. Berbeda dengan beberapa turnamen internasional, Liga Inggris tidak memakai sensor dalam bola karena sistem pelacakan optiknya sudah cukup akurat. -
Apakah SAOT Menghapus Penundaan Lama dalam Keputusan Offside?
Sebagian besar kasus akan lebih cepat. Namun, dalam situasi kompleks, VAR tetap bisa memakai metode crosshair manual jika diperlukan, misalnya saat visibilitas bola terhalang pemain lain.
Penerapan SAOT di Premier League menjadi babak baru dalam pemanfaatan teknologi demi memastikan pertandingan berjalan adil, efisien, dan minim kontroversi.
Liga Inggris kembali membuktikan diri sebagai pionir dalam inovasi sepak bola dunia. ***
