POJOKSATU.id - Tottenham Hotspur bergerak cepat mencari manajer baru di tengah performa buruk Liga Inggris musim 2025/26 ini. Nama Roberto De Zerbi kini mencuat sebagai kandidat kuat, dengan tawaran kontrak jangka panjang yang disebut-sebut segera diputuskan.
Situasi di Tottenham Hotspur sedang jauh dari ideal. Klub asal London Utara itu kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi Liga Inggris.
Hal itu setelah Spurs menuai serangkaian hasil negatif yang membuat posisi mereka kian terjepit.
Baca Juga: Mauro Zijlstra Cedera, Ini Pengganti Disiapkan untuk Laga Indonesia vs Bulgaria
Kekacauan di kursi pelatih menjadi salah satu faktor utama. Penunjukan Thomas Frank pada awal musim tak berjalan sesuai harapan.
Sementara itu, pelatih interim Igor Tudor hanya mampu meraih satu poin dari lima pertandingan sebelum akhirnya berpisah dengan klub sebelum jeda internasional, Maret 2026 ini.
Dalam kondisi genting tersebut, Spurs mulai membuka komunikasi dengan De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu dilaporkan menerima tawaran kontrak berdurasi lima tahun—durasi yang terbilang panjang untuk situasi klub yang belum stabil.
Pendekatan terhadap De Zerbi dilakukan setelah kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest, yang semakin menegaskan urgensi perubahan di tubuh tim.
Sebelumnya, De Zerbi dikenal lewat kiprahnya bersama Brighton & Hove Albion dan terakhir menangani Olympique de Marseille.
Baca Juga: Deadline Besok! Pengajuan NPPN Ditutup 31 Maret 2026, Freelancer Wajib Tahu Aturan Ini
Di klub Prancis tersebut, ia sempat membawa tim finis di posisi kedua Ligue 1 dan lolos ke Liga Champions.
Namun demikian, perjalanan De Zerbi di Marseille tidak sepenuhnya mulus. Ia dikabarkan mengalami konflik internal dengan skuad, sebelum akhirnya meninggalkan klub di tengah musim 2025/26.
Di sisi lain, nama Sean Dyche juga sempat masuk dalam radar Tottenham.
Meski begitu, peluang kini mengarah lebih kuat kepada De Zerbi, yang diproyeksikan langsung menangani tim hingga akhir musim ini.
Gaya bermain De Zerbi yang ofensif dinilai bisa memberi warna baru bagi Spurs, khususnya dalam meningkatkan produktivitas lini depan.
Namun, pendekatan taktisnya yang berisiko juga berpotensi memperlihatkan kelemahan lini belakang Tottenham yang selama ini rapuh.
Dengan tujuh laga tersisa, termasuk menghadapi tim-tim seperti Chelsea dan Aston Villa, keputusan manajemen dalam menunjuk pelatih anyar akan sangat menentukan nasib klub musim ini.
Baca Juga: Kuasa Hukum AS Siapkan Gugatan Balik soal UU ITE, Singgung Penyebaran Chat Privat
Keputusan Tottenham Hotspur untuk menawarkan kontrak panjang kepada Roberto De Zerbi bisa menjadi langkah berani—atau justru perjudian besar.
Di tengah ancaman degradasi, waktu akan menjadi faktor penentu apakah strategi ini mampu menyelamatkan musim mereka.***

