Perangi Corona, Ini yang Dilakukan Suporter Persija dan Persebaya

Ikut bantu perangi corona, Bonek melakukan penyemprotan disinfektan. (Jawa Pos)
Ikut bantu perangi corona, Bonek melakukan penyemprotan disinfektan. (Jawa Pos)

POJOKSATU.di, JAKARTA – Seiring meluasnya persebaran virus corona, suporter Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya menggelar aksi untuk memeranginya.

Suporter Persija, The Jak dilaporkan menggalang dana. Bedanya, dana yang terkumpul nanti disalurkan melalui lembaga ACT yang punya program Indonesia Dermawan.

Ketua Umum The Jak Diky Soemarno mengatakan, penggalangan dana dilakukan lewat dua metode. Pertama, sumbangan langsung. Kedua, melalui pembelian kaus. “Sebagai elemen warga Jakarta, wajib rasanya The Jakmania jaga Jakarta,” kata Diky kepada Jawa Pos.

Berbeda, dua kelompok suporter Persebaya, Green Nord’27 Tribune dan Tribun Kidul menyemprotkan disinfektan ke beberapa tempat ibadah, panti jompo, dan sekolah-sekolah di Surabaya.

Koordinator Green Nord’27 Husin Ghozali mengatakan, langkah itu dipilih karena memang dirasa cukup tepat.

“Ini juga merupakan respons dari divisi kami yang memang selalu bergerak ketika ada bencana. Bukti bahwa kami merupakan bagian dari masyarakat yang punya rasa kemanusiaan kepada sesama,” tegasnya.

Ditanya apakah tidak khawatir terjangkit virus corona? Ghozali mengatakan, saat terjun ke lapangan membekali diri dengan APD.

“Jadi, insya Allah aman. Kami juga menerima bantuan APD jika ada yang memberi. Sebab, memang kebutuhan APD untuk turun ke lapangan cukup sulit saat ini,” tuturnya.

Begitupun dengan Tribun Kidul. Mereka membuka donasi untuk melawan virus corona. Donasi itu dibuka sejak Minggu (22/3). Untuk sementara, bantuan bisa diberikan melalui transfer.

“Sebenarnya kami ingin turun ke jalan menggalang dana. Tapi, dengan kondisi seperti ini, itu kan melawan anjuran pemerintah,” kata dirijen Tribun Kidul Agus Bimbim Tessy.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)

Berita Terkini

100.000

Di mata Trump, bisa saja, yang mati itu memang hanya angka-angka.