Lagi, Dua DPO Kasus Match Fixing Perses Sumedang vs Persikasi Bekasi Diringkus

Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo menggelar konfrensi pers penangkapan dua DPO kasus match fixing, di di Polda Metro Jaya, Rabu (26/2/2020). ft/firdausi pojoksatu
Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo menggelar konfrensi pers penangkapan dua DPO kasus match fixing, di di Polda Metro Jaya, Rabu (26/2/2020). ft/firdausi pojoksatu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Anti Mafia Bola akhirnya meringkus dua terduga pelaku pengatur skor pertandingan Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi. Kedua pelaku berinisial KH dan HN sempat masuk daftar DPO.


Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda. Saat dilakukan penangkapan keduanya tidak melakukan perlawanan.

HN selaku exco Pengda PSSI Jawa Barat ditangkap sebagai perantara tersangka Bayu yang ditangkap pada 18 Februari 2020. Sedangkan tersangka KH dari PSSI berperan atas penunjukan wasit pertandingan ditangkap 19 Februari 2020.

“KH dari PSSI selaku perantara ditangkap di Bekasi, sedangkan HN exco PSSI Jawa Barat ditangkap di Menteng Atas, Jakarta Selatan,” kata Hendro di Polda Metro Jaya, Rabu (26/2).


Hendro menyebut, pengaturan skor terjadi karena manajer klub Persikasi ingin timnya menang pada pertandingan tersebut agar bisa promosi ke Liga 2 Indonesia.

Tim kemudian ke TKP saat pertandingan digelar. Dari sana diperoleh kesimpulan bahwa sudah terjadi pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan Perses lawan Persikasi yang melibatkan pihak klub, wasit, dan PSSI.

“Pertandingan diatur sehingga dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor 3-2,” ungkapnya.

Para pelaku pengaturan skor dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 11 tahun 1980 tentang Penyuapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sebelumnya, Satgas antimafia bola Polri membekuk enam tersangka pelaku pengaturan skor atau match fixing dalam pertandingan sepak bola Liga 3, antara Perses Sumedang melawan Persikasi Bekasi.

Keenam tersangka adalah DSP selaku wasit utama saat pertandingan. Kemudian tiga orang dari manajemen Persikasi Bekasi yakni BB, HR dan SHB, lalu MR sebagai perantara, serta DS selaku Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat.

Mereka ditangkap di Bekasi secara berturut-turut pada 22 November 2019 lalu.

(fat/pojoksatu)