Kompetisi Usia, Mario Gomez Bicara Bobotoh, Fanatisme dan Kekecewaan tanpa Mahkota Juara

persib bandung vs persebaya, go-jek liga 1, persib bandung, persebaya surabaya
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez. (persib.co.id)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menyelesaikan tugasnya membesut Maung Bandung mengarungi semusim penuh kompetisi Liga 1 2018.


Sempat menjadi juara paruh musim, Persib harus puas finis di peringkat empat klasemen akhir setelah banyak kehilangan poin di beberapa laga terakhir.

Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu tentu sangat kecewa gagal memberikan trofi juara untuk Persib di musim debutnya.

Gagal di Pentas Senior, Persib Bandung Berjaya di Usia Muda

“Kami sudah bekerja keras dari awal musim untuk menempati posisi terbaik, bahkan kami menjadi juara paruh musim,” katanya seperti dikutip dari laman klub.


“Tapi, banyak hal terjadi setelah selesai pertandingan melawan Persija di Gelora (Bandung Lautan Api), itu masa yang cukup sulit bagi kami. Kalian tahu, kami harus bepergain ke luar pulau. Sulit bermain tidak bersama dukungan bobotoh,” tuturnya.

Terlepas dari kegagalan di lapangan, Gomez mengaku benar-benar takjub dengan fanatisme suporter atau Bobotoh.

“Musim yang sulit dan penuh dengan cerita. Ini pengalaman baru bagi saya dan belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, terutama fanatisme fans yang luar biasa di setiap tempat di Indonesia,” ungkapnya.

Masa depan Mario Gomez bersama Persib sendiri sempat dikabarkan akan berakhir, kendati sang pelatih masih punya kontrak untuk durasi setahun ke depan.

Namun rumor tersebut telah ditepis dan Mario Gomez berpeluang untuk kembali mengarsiteki Maung Bandung menatap kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu musim depan.

(qur/pojoksatu)