Komentar Pedas Dua Bintang Bali United buat PSSI

bali united
Bali United.

POJOKSATU.id, BALI – Striker Bali United Sylvano Comvalius masih terus menyuarakan protesnya terhadap kinerja PSSI, sejurus keputusan Komdis PSSI dan PT LIB yang telah memberikan kemenangan WO (walk-out) kepada Bhayangkara FC atas Mitra Kukar yang berimbas pada klubnya.


Pasalnya, dengan tambahan dua poin kepada klub berjuluk The Guardian itu, mimpi Bali United untuk merengkuh titel juara Liga 1 musim ini yang sudah di depan mata mata tiba-tiba sirna, karena ‘direnggut’ oleh Bhayangkara FC.

“Ini hanya opini saya sebagai pemain bola. Saya kira sepak bola Indonesia sudah dimasuki unsur politik,” kata top skorer Liga 1 dan kandidat pemain terbaik Liga 1 ini seperti dilansir JPNN.

Padahal menurut dia, sepak bola Indonesia memiliki potensi untuk bangkit dan berkembang lebih pesat lagi. “Saya hanya bisa tersenyum saja dan inilah sepak bola Indonesia,” ucapnya.


Pemain asal Belanda itu sendiri mengaku tidak tahu kiprah ke depannya di Liga 1, apalagi misi utamanya untuk merengkuh gelar juara Liga 1 sudah sirna.

“Memang belum ada keputusan final mengenai gelar juara Bhayangkara. Tetapi saya sudah tidak tahu lagi apakah masih mungkin saya bertahan di Indonesia atau tidak,” ungkapnya.

Terpisah, rekan setim Comvalius, Stefano Lilipaly masih belum bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan Komdis PSSI tersebut.

“Dampak sanksi itu hanya untuk kami saja. Selebihnya tidak ada. Mereka (Komdis PSSI) hanya membantu Bhayangkara FC untuk meraih gelar juara. Mereka juga sudah selebrasi juara, dan saya tidak tahu apa lagi,” tuturnya.

Menurutnya, PSSI hanya beretorika tentang persepakbolaan Indonesia yang lebih baik. “Bagaimana kami bisa percaya kalau PSSI melakukan keputusan seperti ini?” ungkap mantan pemain Cambuur SC itu.

(jpnn/jpc/wwur/pojoksatu)