Langkah PSSI Hindari Insiden Kiper Persela Choirul Huda Terulang

DUKA CITA - Kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda semasa hidup (alchetron.com)
DUKA CITA - Kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda semasa hidup (alchetron.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Standar penangaan medis dalam sebuah laga sepak bola di tanah air mendapat sorotan tajam pasca isiden meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda, usai bertabrakan dengan rekan setimnya dalam sebuah pertandingan, beberapa waktu lalu.


Oleh karena itu, jajaran pengurus PSSI pun langsung berbenah, salahsatunya adalah perbaikan dan peningkatan standarisasi penanganan pemain yang cidera di lapangan.

Salahsatu langkah yang dilakukan badan sepak bola tanah air itu adalah ikut serta dalam pelatihan khusus yang digelar komisi medis AFC.

Kiper Persela Lamongan Choirul Huda saat diangkut ke ambulan (jpnn.com)


Saat ini, PSSI tengah menjalani pemusatan latihan terkait kegawat daruratan medis sepakbola dan program anti doping di Saint Luke Medical Center Manila, Filipina.

Pelatihan itu sendiri melibatkan sedikitnya 60 dokter olahraga dari 15 negara kawasan Asia tenggara dan Asia Timur ditambah Australia.

PSSI sendiri mengutus Komite Medis dr. M.Ikhwan Zein, yakni dokter spesialis kedokteran olahraga untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“PSSI merasa terhormat mendapat prioritas mengikuti seminar ini dari anggota AFC lainnya, dan pastinya ilmu ini sangat berguna bagi sisi medis sepak bola kita,” ujar Ikhwan Zein seperti dilansir laman resmi PSSI.

Ikhwan Zein sendiri mengapresiasi langkah PSSI tersebut. “Memang sudah semestinya kita bersama-sama terus sadarkan masyarakat tentang risiko dan pentingnya medis dalam penyelenggaraan sepak bola,” ungkapnya.

(jpc/qur/pojoksatu)