COO LIB: Soal Insiden Choirul Huda, Bergurulah pada Cristian Gonzales!

MENINGGAL - Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia usai berbenturan di lapangan. (bola.com)
MENINGGAL - Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia usai berbenturan di lapangan. (bola.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kiper sekaligus kapten Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia usai bertabrakan dengan rekan setimnya dalam laga Persela kontra Semen Padang, Minggu (15/10/2017) sore WIB.

Sempat dilarikan ke RSUD dr Soegiri Lamongan, namun nyawanya tidak tertolong. Kiper berusia 38 tahun itu menghembuskan nafasnya yang terakhir saat ditangani tim medis rumah sakit.

COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalomboboy mengatakan, para pemain Indonesia saatnya dibekali dengan kemampuan menolong sesama ketika terjadi insiden di tengah lapangan, seperti yang menimpa Choirul Huda.


Tigor mencontohkan insiden kiper Gresik United Aji saka yang mendapatkan pertolongan cepat dari pemain Arema Cristian Gonzales.

Tigor menjelaskan, Gonzales dengan cepat bereaksi membuka mulut Aji Saka agar tak menelan lidahnya setelah kiper tersebut sempat kejang dan pingsan usai kepalanya membentur tiang gawang.

“Jelas pengetahuan seperti itu harus dimiliki setiap pemain agar kejadian seperti yang menimpa Choirul Huda bisa dicegah dengan cepat,” kata Tigor seperti dilansir jawapos.com.

“Pemain juga perlu kemampuan seperti itu tentang pengetahuan pertama untuk pertolongan cedera pemain di lapangan. Gonzales mungkin mengetahui itu dari klubnya,” ujarnya.

(jpc/qur/pojoksatu)