Kematian Tragis Choirul Huda Jadi Sorotan Media Asing

DUKA CITA - Kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda semasa hidup (alchetron.com)
DUKA CITA - Kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda semasa hidup (alchetron.com)

POJOKSATU.id, LAMONGAN – Kabar meninggalnya kiper sekaligus kapten Persela Lamongan Choirul Huda tak hanya jadi pusat perhatian media lokal dan nasional, melainkan juga media internasional.

Sejumlah media internasional seperti Mirror, The Sun, Bleacher Report dan Daily Mail juga turut memberitakan kabar kematian kiper berusia 38 tahun itu.

Dilansir The Sun, Choirul Huda dinyatakan meninggal tepat pada pukul 17.00 WIB. Sang kiper meninggal disaksikan seluruh penggawa Persela Lamongan dan keluarganya.

https://twitter.com/PojokSatu/status/919523493011697664


Petugas medis melalui Dokter Zaki Mubarok menyebutkan, saat tiba di rumah sakit, Choirul Huda masih dalam keadaan hidup.

β€œDia baru saja dibawa ke rumah sakit masih bernapas, tapi tak bernyawa sekitar pukul 17.00. Melalui analisis kami, penyebabnya akibat benturan di kepala dan leher punggung,” terang Mubarok.

Sedangkan Bleacher Report mengangkat pernyataan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso. Dijelaskan Aji, Choirul terjatuh di babak pertama setelah bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues.

“Kehilangan Choirul Huda merupakan pukulan terbesar kita semua. Kami tidak sempat menemui dokter, hanya untuk melihat tubuhnya,” ucap Aji.

Sementara Mirror, memajang sejumlah foto terkait momen benturan Choirul Huda dalam pertandingan tersebut, termasuk mengangkat ucapan-ucapan belasungkawa dari pendukung Persela dan klub-klub Liga 1 lainnya.

Selain mengangkat kematian tragis Choirul Huda, Daily Mail juga mengangkat selintas rekam jejak sang kiper sepanjang karirnya bersama Persela Lamongan.

Dilaporkan Daily Mail, Choirul Huda bermain untuk Persela sepanjang karirnya, melakukan debutnya di tahun 1999.

Oleh timnya dan pendukung setia Persela Lamongan, Choirul Huda merupakan legenda karena sepanjang karirnya tetap setia bersama timnya itu bahkan hingga akhir hayatnya kini.

(qur/pojoksatu)