Heboh..Surat Terbuka Warga Makassar untuk Menpora, Begini Isinya

surat terbuka untuk menpora, kongres pssi, klb pssi, kisruh pssi, imam nahrawi
Menpora Imam Nahrawi.

Tetapi semua batal. PSSI tidak jadi berkongres di Makassar. Keringat anak-anak muda yang menjadi panitia, sia-sia adanya. Karpet merah digulung. Kebanggaan yang kami rencanakan berubah jadi kecewa. Koran-koran yang menyediakan space di halaman satu mesti mengubah listing.

Nama Anda, Imam Nahrawi, lalu menjadi yang paling ramai diketik di Google. Orang-orang penasaran sosok hebat itu. Yang hanya seorang diri tetapi sanggup mem-veto keputusan yang lahir dari banyak kepala.

Kalau boleh tahu, apa alasan Anda sampai tak rela kebangkitan PSSI dirancang dari Makassar? Tetapi saya berharap bukan karena saat datang ke sini, 20 Agustus lalu, Anda tak diajak makan coto. Apalagi, UNM yang mengundang Anda siang itu konon tetap menyediakan barongko dan segala penganan yang sanggup membuat Anda ingin datang lagi. Termasuk pisang epe.

Di sebuah media online, Anda mengajak publik tak membesar-besarkan pilihan Anda kepada Yogyakarta. Sebab, kata Anda, tempat hanya soal teknis. Tetapi bagi siapa saja yang pernah sekolah, alasan itu tidak cukup cerdas. Kalau tempat tidak perlu dipermasalahkan, mengapa Makassar Anda bikinkan surat rekomendasi penolakan?


Gubernur dan wali kota kami sudah menjamin, tak ada seorang pun peserta kongres yang bakal lapar atau tak kebagian kamar sejuk. Grand Clarion, Sheraton, hingga Novotel punya ruang pertemuan yang sanggup menempatkan Anda sebagai bintang di podium. Di situ juga ada barongko.

Tetapi Anda ngotot tidak mau Makassar. Yogyakarta Anda sebut lebih bersejarah. Tempat lahirnya PSSI. Alibi yang membuat Anda tampak tidak tahu, Makassar juga punya jasa besar untuk persepakbolaan negeri ini. PSM jauh lebih tua dari PSSI.