Ini Kronologis Persebaya (1927) ‘Dimatikan’ Mafia

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persebaya 1927 akhirnya mendapatkan pengakuan dari Komite Eksekutif PSSI dan bisa berlaga di kompetisi resmi sepakbola Indonesia mulai musim depan. Syaratnya, klub kebanggan Arek-arek Suroboyo itu harus memulai dari level paling bawah.

Namun, bagaimana sebenarnya konflik ini sampai terjadi? Berikut kronologisnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Polemik Persebaya dimulai ketika Indonesia Super Leage edisi 2009/2010. Saat itu, Persebaya dipaksa degradasi karena dianggap melawan Ketua PSSI kala itu yang masih dipegang Nurdin Halid.

BACA JUGA:
Ini Agenda Tersembunyi 5.0000 Bonek Selama di Jakarta
Ini Sejarah Bonek yang Sebenarnya
Akhirnya, Musim Depan Persebaya 1927 Ikut Komptisi, Tapi…


Disinyalir, jalan ini juga untuk memuluskan Pelita Jaya yang tidak lain adalah milik Waketum PSSI saat itu Nirwan Bakrie, anak Abrurizal Bakrie.

Ketika pertandingan ISL masih menyisakan 1 laga terakhir antara Persebaya versus Persik Kediri, kejanggalan demi kejanggalan pun terus terjadi. Pasalnya, berdasarkan aturan PSSI, Persik Kediri yang tidak bisa menggelar 3 pertandingan berturut-turut di Kediri dan Yogyakarta, seharusnya kalah WO atas Persebaya.

Anehnya, PSSI malah membuat keputusan kontroversial yang memberikan ‘kesempatan’ kepada Persik Kediri untuk bisa melaksanakan pertandingan ulang, keempat kalinya di Palembang, jauh dari Jawa Timur (yang notabene menjadi basis suporter Bonek-Persebaya).