POJOKSATU.ID - Manchester United telah mengambil keputusan penting terkait masa depan manajer mereka, Ruben Amorim.

Keputusan ini diambil menjelang pertandingan final Liga Europa musim 2024/25 melawan Tottenham Hotspur yang akan digelar pada 21 Mei mendatang di Bilbao.

Amorim, yang ditunjuk menggantikan Erik ten Hag sejak 11 November 2024, menghadapi tantangan besar sejak awal kepemimpinannya di Old Trafford.

Baca Juga: Play Off Penentu Juara Serie A 2025: Ancaman Baru Bagi Inter Milan Jelang Final UCL

Saat ini, Manchester United berada di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris, posisi terburuk sejak klub terdegradasi pada tahun 1974.

Meski hasil di liga sangat mengecewakan, pihak klub tetap menunjukkan kepercayaan terhadap Amorim.

Final Liga Europa menjadi satu-satunya peluang United untuk mengakhiri musim dengan sebuah pencapaian positif.

Baca Juga: Final Liga Champions PSG vs Inter Milan: Sommer Bikin Donnarumma Minder? Lihat Statistik Kiper Inter di UCL

Kemenangan atas Tottenham akan membawa mereka kembali ke Liga Champions musim depan.

Nasib Amorim Setelah Final Liga Europa

Namun, kekalahan di laga tersebut berarti Manchester United tidak akan bermain di kompetisi elit Eropa musim depan.

Baca Juga: PSG vs Inter Milan di Final Liga Champions, Tak Banyak yang Menyangka

Meskipun demikian, menurut laporan dari The Guardian, Amorim tetap akan dipertahankan sebagai manajer tim.

Manajemen klub percaya mantan pelatib Sporting CP ini layak mendapat waktu dan dukungan untuk membangun ulang skuad yang diwarisinya.

Skuad saat ini dibentuk dengan biaya besar oleh Erik ten Hag, namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa klub berkomitmen pada proyek jangka panjang bersama Amorim.

Juru taktik berkebangsaan Portugal ini sendiri menyadari betul tekanan besar yang ada di Manchester United.

Dalam konferensi pers setelah kekalahan dari West Ham, Amorim mengaku malu melihat posisi tim di klasemen.

Baca Juga: Lisa Mariana Berharap Mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Hadir di PN Bandung 19 Mei Nanti

Pelatih berusia 40 tahun itu menegaskan bahwa permasalahan di klub jauh lebih mendalam daripada sekadar hasil pertandingan final.

“Kita harus mengubah hal-hal mendasar di klub ini,” ujar Amorim dengan nada serius.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait mentalitas dan budaya di dalam klub.

Menurutnya, ada perasaan bahwa kekalahan bukan lagi dianggap sebagai hal besar.

“Masalah terbesar di klub ini adalah kita mulai kehilangan mentalitas sebagai klub besar,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa kekalahan di kandang seharusnya dirasakan sebagai bencana, bukan hal biasa.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Ledakan Amunisi di Garut, Dedi Mulyadi: Anak Korban Akan Saya Biayai

Tottenham sendiri berada satu peringkat di bawah Manchester United di klasemen sementara Liga Inggris.

Laga final akan menjadi ajang pertarungan dua tim yang sama-sama mengalami musim buruk.

Trofi Liga Europa bisa menjadi penyelamat bagi musim keduanya yang penuh kekecewaan.

Namun bagi Amorim, pertandingan ini bukanlah satu-satunya penentu masa depannya di Old Trafford.

Pihak klub melihat potensi jangka panjang dalam kepemimpinannya, terlepas dari hasil di Bilbao nanti.***