POJOKSATU.id — Impian Timnas Indonesia menjadi tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 tampaknya harus disimpan rapat-rapat.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menetapkan kriteria yang menyulitkan Garuda untuk bisa menyambut laga penentuan itu di tanah air.
AFC baru-baru ini mengumumkan bahwa putaran keempat akan digelar pada satu jeda internasional, tepatnya Oktober, dan menggunakan format home tournament.
Artinya, hanya dua negara dari seluruh peserta yang akan dipercaya menjadi tuan rumah—masing-masing satu untuk tiap grup.
Masalahnya, dua negara tersebut dipilih berdasarkan perolehan poin terbaik di antara tim peringkat tiga dan empat klasemen akhir putaran ketiga.
Dan sejauh ini, posisi Indonesia belum menguntungkan.
Posisi Kurang Ideal
Skuad Garuda kini menempati posisi keempat di Grup C, dengan raihan 9 poin dari delapan pertandingan.
Anak asuh Patrick Kluivert harus bersaing ketat dengan negara-negara lain yang punya poin lebih tinggi, seperti Uni Emirat Arab (13 poin), Irak (12 poin), dan empat negara lain yang sudah mengantongi dua digit angka.
Jika klasemen tidak berubah signifikan, Indonesia hanya bisa berharap lolos ke ronde keempat tanpa keistimewaan menjadi tuan rumah.
Skenario terbaik bagi Rizky Ridho dan rekan-rekannya adalah menyapu bersih dua pertandingan tersisa pada bulan Juni.
Mereka akan menjamu China pada Rabu (05/06/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, lalu melawat ke markas Jepang pada Senin (10/06/2025).
Secara realistis, meraih tiga poin atas China masih dalam jangkauan. Namun, mengalahkan Jepang di kandangnya merupakan tantangan yang nyaris mustahil.
Bahkan jika Garuda bisa mendulang enam poin penuh, peluang menjadi tuan rumah masih tergantung pada hasil tim-tim pesaing di grup lain.
Persaingan Ketat Antar Grup
Berdasarkan klasemen sementara, posisi Indonesia dalam daftar peringkat tim peringkat ketiga dan keempat masih buncit.
Selain UEA dan Irak, tim seperti Oman, Arab Saudi, dan Qatar juga mengoleksi poin lebih banyak dari Indonesia.
AFC menjelaskan dalam rilisnya, “Dua grup terpusat yang diisi masing-masing oleh tiga negara, hak tuan rumah hanya akan dimiliki oleh dua tim terbaik dari ronde ketiga.”
Dengan hanya sembilan poin, Indonesia terpaut empat poin dari UEA, pemuncak klasemen sementara tim-tim di luar posisi dua besar grup.
Harus Menang, dan Berdoa
Jika Indonesia berhasil mengalahkan China dan Jepang, total poin akan menjadi 15.
Namun, perjuangan tidak berhenti di situ. Indonesia harus berharap tim-tim lain seperti Oman, Qatar, Arab Saudi, bahkan Irak tergelincir di sisa laga mereka.
Peluang ini begitu sempit hingga menyerupai "misi mustahil", namun bukan berarti tidak mungkin.
Satu hal yang pasti, Garuda harus tampil tanpa cela dalam dua laga krusial bulan depan. ***

