POJOKSATU.ID - Mengapa Barcelona pecat Xavi? Pertanyaan ini menyeruak setelah Blaugrana membuat keputusan mengejutkan pada Jumat, 24 Mei 2024.
Memang tidak banyak yang memprediksi Barcelona akan mendepak pria bernama lengkap Xavi Hernandez itu dari kursi pelatih hanya beberapa hari sebelum La Liga 2023/24 berakhir.
Pasalnya, pada bulan lalu, Xavi sudah bertemu dengan para petinggi Barcelona, termasuk dengan Presiden Barca, Joan Laporta.
Baca Juga: Barcelona Pecat Xavi Sebagai Pelatih, Penggantinya Sudah 'Here We Go' Menurut Fabrizio Romano
Dari pertemuan itu disepakati bahwa Xavi akan tetap jadi pelatih Barcelona setidaknya hingga kontraknya berakhir pada Juni 2025.
Kesepakatan itu menggugurkan pernyataan Xavi pada bulan Januari lalu yang mengklaim akan hengkang akhir musim ini.
Namun kompetisi musim ini belum juga berakhir -meski juara La Liga sudah dipastikan milik Real Madrid- Barcelona sudah memutuskan memecat Xavi.
Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari Cair, Cek Komponen Gaji ke 13, ASN Golongan IV Auto Semringah
Mengapa Barcelona Pecat Xavi?
Setelah ditunjuk sebagai pelatih Barcelona menggantikan Ronald Koeman pada November 2021, juru taktik 44 tahun itu diharapkan kembali menanamkan idealisme Johann Cruyff yang membantu klub meraih puncak sepak bola Eropa berkali-kali.
Faktanya, permainan Barcelona di bawah asuhan Xavi masih jauh dibanding ketika ia aktif bermain dan menjabat sebagai kapten Blaugrana.
Baca Juga: Dirumorkan Kencan dengan Model Lauren Sy, Ini Pernyataan Resmi Agensi Aktor Park Seo Joon
Ia memang mampu membawa Barcelona juara La Liga musim 2022/23, secara defensif cukup solid dan lini serang lumayan produktif dengan mengandalkan Robert Lewandowski.
Sayang musim ini Xavi gagal mempertahankan performa apik anak asuhnya. Ia tidak mampu mengatasi absennya sejumlah pemain kunci selama paruh pertama musim ini.
Pada Januari, setelah sebelumnya menyebutkan kesulitannya dengan 'entorno' yang terkenal di sekitar klub, dia mengumumkan bahwa dia akan mundur sebagai manajer pada akhir musim.
Bulan lalu, Xavi berubah pikiran setelah foto direktur olahraga Deco dan Laporta, Xavi saling bergandengan tangan.
Ketiganya dilaporkan sepakat bahwa Xavi tetap akan jadi pelatih Barcelona hingga musim panas tahun depan. Nyatanya, Deco dan Laporta sedang berkomplot.
Dikutip Pojoksatu.id dari 90Min, ada 'orang dalam' (orang dekat Laporta) yang ingin Xavi hengkang sejak Desember tahun lalu.
Keinginan 'orang dalam' itu tampaknya akan berjalan mulus karena Xavi memang gagal mempersembahkan gelar musim ini.
Tapi ternyata bukan karena nol gelar itu jadi penyabab utama Barcelona memecat Xavi, terutama karena bulan lalu sudah ada kesepakatan lanjut.
Penyebab utama Barca pecat Xavi diyakini karena komentar pedas sang juru taktik yang membuat para petinggi Blaugrana sakit hati.
Ungkapan klasik mengatakan 'mulutmu harimaumu', dalam kasus Xavi nampaknya menjadi: mulutmu pecahkan piringmu!
Kritik pedas Xavi tampaknya berujung sang pelatih harus kehilang pekerjaannya di Camp Nou alias pecah piring.
Yah, komentar Xavi baru-baru ini yang menyebut belenggu finansial (Laporta pelit belanja pemain) membuat Barcelona sulit bersaing dengan Real Madrid dan di level Eropa, diyakini membuat Laporta berang.
Baca Juga: Hipokritnya Penjaga Etika?
Deco lalu ditugaskan menyusun laporan teknis, mengevaluasi sang pelatih menjelang pertemuan antara ketiganya pada hari Jumat yang akhirnya mengarah pada pemecatan Xavi.
Meski sudah dipecat, Xavi tetap akan memimpin pertandingan terakhir Barcelona musim ini melawan Sevilla pada hari Minggu, 26 Mei 2024.
Mereka akan mengakhiri kampanye La Liga di peringkat kedua tetapi jauh tertinggal dari Real Madrid (juara), yang mengalahkan Barca dalam ketiga El Clasico musim ini.***

