POJOKSATU.ID – Kabar duka datang dari sepak bola Brasil. Mantan penyerang Botafogo, Tassio Maia dos Santos, meninggal dunia setelah tertimpa tembok yang roboh saat badai menerjang Kota Rio de Janeiro.
Mantan pesepak bola berusia 41 tahun itu menjadi salah satu korban cuaca ekstrem yang melanda Rio de Janeiro, Rabu (29/7/2026).
Angin kencang dengan kecepatan mencapai sekitar 120 kilometer per jam menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah kota.
Menurut laporan media setempat, Tassio sedang bekerja di sebuah bangunan bersejarah yang kini difungsikan sebagai lokasi pesta pernikahan.
Baca Juga: Jack Grealish Buka Suara Soal Absen Tur Pramusim Manchester City, Ternyata Ini Penyebabnya
Bangunan tersebut berada di kawasan Santa Teresa dan menghadap ke Sugarloaf Mountain serta Patung Christ the Redeemer.
Tembok di lokasi itu tiba-tiba roboh ketika diterpa angin kencang dan menimpa Tassio bersama rekannya, Vandre Cordeiro.
Keduanya meninggal dunia akibat insiden tragis tersebut.
Botafogo langsung menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi setelah menerima kabar meninggalnya mantan pemain mereka.
"Dengan kesedihan yang mendalam, Botafogo berduka atas wafatnya mantan pemain kami, Tassio Maia dos Santos, yang pernah mengenakan seragam klub pada 2015 di usia 41 tahun," tulis Botafogo.
Baca Juga: Jawab Santai Tuntutan Kenaikan Honor RT/RW di Rambipuji, Gus Fawait: Itu Wajar Saja
Klub tersebut juga menyebut Tassio menjadi korban robohnya tembok akibat badai angin yang menerjang Rio de Janeiro.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengenalnya. Beristirahatlah dengan tenang," lanjut pernyataan klub.
Berkarier Selama 17 Tahun, Badai Tewaskan Lima Orang
Tassio mengawali karier profesionalnya pada 2002 dan menjalani perjalanan panjang selama 17 tahun sebagai pesepak bola profesional.
Sepanjang kariernya, ia tercatat membela 27 klub sebelum memutuskan pensiun pada 2019.
Selain bermain untuk sejumlah klub di Brasil, Tassio juga pernah merumput bersama CSKA Sofia di Bulgaria serta Deportivo Saprissa di Kosta Rika.
Kepergiannya memicu gelombang belasungkawa dari mantan rekan setim, pendukung, hingga sahabat yang mengenangnya sebagai sosok baik selama berkarier.
Badai yang melanda Rio de Janeiro tidak hanya merenggut nyawa Tassio dan rekannya. Cuaca ekstrem itu juga menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah kota.
Puluhan pohon tumbang, jaringan listrik mengalami gangguan, serta seluruh jalur metro di Rio de Janeiro sempat dihentikan sementara sehingga ribuan warga terdampak.
Selain Tassio dan Vandre Cordeiro, tiga korban jiwa lainnya dilaporkan meninggal akibat badai tersebut, termasuk seorang nelayan yang kapalnya tenggelam.
Di Negara Bagian Sao Paulo, dua pria juga dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang.***

