POJOKSATU.id - Seorang mantan pesepak bola asal Bulgaria dijatuhi hukuman penjara setelah tertangkap mengedarkan narkoba dari sebuah hotel di pesisir Devon, Inggris.

Pria bernama Dimitar Stiliyanov (27) itu diamankan polisi saat berada di kamar hotel Premier Inn di Seaton.

Kasus ini terungkap setelah staf hotel melaporkan perilaku mencurigakan kepada pihak berwenang.

Pengadilan mendengar bahwa staf curiga karena tamu tersebut menolak meninggalkan hotel dan diduga melakukan transaksi narkoba di lorong serta kamar yang tercium bau ganja.

Baca Juga: Hasil Drawing UCL: 6 Wakil Premier League Terpisah Jalur, 2 Klub Inggris Ini Berpotensi Jumpa di Final

107 Paket Kokain Siap Edar

Saat polisi menggeledah kamar Stiliyanov pada 22 November, mereka menemukan 107 paket kokain yang sudah dikemas rapi dan siap edar.

Nilai jalanan barang haram tersebut diperkirakan mencapai 4.280 pound sterling atau sekitar Rp96 juta. Selain itu, polisi juga menemukan uang tunai sebesar 1.900 pound sterling.

Di dalam kamar juga ditemukan alat penggiling ganja, beberapa telepon seluler, serta perlengkapan lain yang berkaitan dengan aktivitas narkoba.

Awalnya, Stiliyanov mengklaim kokain tersebut untuk konsumsi pribadi. Namun kemudian ia mengakui bahwa dirinya menjual narkoba untuk melunasi utang kepada sebuah kelompok kriminal.

Baca Juga: Suap Bea Cukai Mengagetkan, Pejabat Beli Mobil Operasional Tempat Menyimpan Uang Tunai Hasil Korupsi

Ditangkap Saat Judi Online

Saat penangkapan berlangsung, polisi mendapati Stiliyanov sedang berjudi melalui laptopnya. Di dekatnya terdapat garis kokain yang sudah disiapkan untuk dikonsumsi.

Di Pengadilan Exeter Crown Court, ia mengaku bersalah atas kepemilikan narkoba dengan niat untuk mengedarkan, kepemilikan ganja, serta dua dakwaan kepemilikan obat-obatan Kelas C.

Hakim menjatuhkan hukuman kepada Stiliyanov dengan vonis dua tahun sembilan bulan penjara.

Karier Terhenti dan Masalah Keuangan

Pengacara pembela, Rachel Smith, menyampaikan bahwa kliennya sebelumnya memiliki prospek karier profesional yang menjanjikan di dunia sepak bola.

Namun masalah kesehatan memaksanya berhenti dari jalur tersebut.

Baca Juga: Jangan Salah Paham! Status ‘Tidak Terbit’ di Info GTK Bukan Berarti Hak TPG Hilang, Ini Bedanya dengan Status Tidak Valid

Menurut pembelaannya, Stiliyanov mulai berjudi untuk membiayai pengobatan di Bulgaria sebelum kemudian pergi ke Inggris dengan visa turis sementara dengan harapan dapat menghasilkan uang.

Di sana, ia disebut bergaul dengan lingkungan yang salah.

“Ia diberi kesempatan untuk menjual narkoba dan mengira itu bisa menjadi solusi,” ujar pengacaranya di pengadilan.

Saat ini Stiliyanov telah berkomunikasi dengan pihak imigrasi Inggris. Ia diberitahu bahwa belum ada rencana deportasi, meskipun status tersebut dapat berubah setelah adanya vonis pidana.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagaimana tekanan finansial dan keputusan keliru dapat menghancurkan masa depan seseorang, termasuk mereka yang pernah memiliki peluang besar di dunia olahraga profesional.***