POJOKSATU.id - Sorak penonton di Banten International Stadium pecah saat peluit panjang dibunyikan. Bukan hanya karena kemenangan tipis Dewa United, tetapi juga karena satu nama yang tampil menonjol dari lini belakang: Johnathan Pereira.

Dalam duel sengit pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026, Minggu (4/5), Dewa United berhasil mengamankan tiga poin penting usai menundukkan Semen Padang FC dengan skor 1-0.

Namun, kemenangan ini bukan sekadar soal hasil akhir—melainkan tentang bagaimana satu momen menentukan arah pertandingan.

Baca Juga: Pendapatan Bluebird Tumbuh 11 Persen, Tembus Rp1,45 Triliun di Kuartal I 2026

Momen Penentu dari Kaki Sang Bek

Alih-alih striker atau gelandang serang, justru seorang bek kanan yang menjadi pusat perhatian.

Pereira menunjukkan bahwa peran bertahan tak membatasi kreativitas, hingga dinobatkan sebagai Man of The Match (MoTM.

Di menit ke-32, ia mengirimkan umpan akurat ke kotak penalti yang langsung disambut sundulan tajam Noah Sadaoui.

Bola meluncur mulus ke gawang, mengubah papan skor sekaligus menghidupkan atmosfer stadion.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang laga—dan cukup untuk memastikan kemenangan bagi tim berjuluk Banten Warriors.

Baca Juga: Bukan Ditusuk, Pemilik Warung 24 Jam Kemayoran Sebut Oknum Anggota TNI Kena Gunting yang Dia Pegang

Laga Ketat dengan Tekanan Tinggi

Pertandingan tidak berjalan mudah. Semen Padang tampil agresif sejak awal, mencoba menekan demi mengamankan poin penting di klasemen.

Pereira pun mengakui bahwa timnya harus bekerja ekstra keras untuk meredam perlawanan lawan.

“Pertandingannya sangat menantang. Mereka datang dengan motivasi tinggi karena butuh kemenangan,” ujar Pereira usai laga.

Menurutnya, intensitas permainan membuat setiap pemain harus fokus sepanjang 90 menit.

Di balik kemenangan ini, ada proses panjang yang dilalui tim selama sesi latihan. Pereira menyebut kerja keras sepanjang pekan menjadi fondasi performa solid di lapangan.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik. Gol di babak pertama memberi kami kontrol permainan,” jelasnya.

Baca Juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 Dibuka, Mahasiswa Berprestasi dan Peduli Lingkungan Wajib Coba!

Keunggulan lebih dulu membuat Dewa United bermain lebih tenang, mengatur tempo, dan menjaga ritme permainan hingga akhir laga.

Penghargaan Player of the Match yang diraih Pereira terasa spesial. Pasalnya, posisi bek jarang mendapat sorotan dibandingkan pemain depan.

Namun kali ini, kontribusinya tak bisa diabaikan.

“Sebagai bek kanan, tidak mudah mendapatkan penghargaan ini. Saya sangat bersyukur dan bangga,” katanya.

Ini menjadi kali kedua Pereira meraih penghargaan serupa musim ini—sebuah pencapaian yang mempertegas kualitasnya sebagai pemain bertahan modern.

Baca Juga: Berawal dari Limbah Sawit ke Panggung Dunia, Kakak-Adik Asal Muba Ini Buktikan Inovasi Bisa Tembus Internasional

Meski menjadi sorotan, Pereira tetap menekankan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif.

Ia bahkan secara khusus menyoroti peran Sadaoui dalam menyempurnakan peluang yang ia ciptakan.

“Saya hanya memberikan umpan. Tanpa gol dari Noah, itu tidak berarti apa-apa,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati sekaligus kekompakan tim yang menjadi kekuatan utama Dewa United.

Fokus ke Target Empat Besar

Dengan kemenangan ini, Dewa United semakin mantap menjaga asa finis di papan atas klasemen.

Meski peluang untuk posisi tiga besar sudah tertutup, target realistis kini mengarah ke peringkat keempat.

“Kami akan berjuang sampai akhir untuk posisi empat besar. Itu target kami sekarang,” tegas Pereira.

Lebih dari sekadar strategi, mentalitas menjadi kunci utama tim ini. Dewa United menunjukkan karakter pantang menyerah di setiap pertandingan.

“Kami selalu bermain untuk menang. Tidak ada pilihan lain,” pungkas Pereira.

Semangat tersebut menjadi identitas tim yang terus mereka jaga hingga akhir musim.***