POJOKSATU.id — Real Madrid menghadapi ujian berat dalam misi membalikkan keadaan saat menjamu Arsenal pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu malam di Santiago Bernabeu.
Kekalahan telak 0-3 di Emirates Stadium pada leg pertama membuat tim asuhan Carlo Ancelotti berada di ambang eliminasi.
Sebuah situasi yang bahkan untuk tim sekelas Los Blancos, yang dikenal dengan sejarah comeback dramatisnya, bukanlah perkara mudah.
Sebagai juara bertahan, Madrid dituntut untuk mencetak minimal tiga gol tanpa balasan agar laga bisa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Namun, rekor pertahanan Arsenal yang solid menjadi tantangan tersendiri.
“Sudah 497 hari kami tidak kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan,” tegas pelatih Arsenal, Mikel Arteta, merujuk pada pertahanan kokoh timnya yang belum sekali pun kebobolan tiga gol sejak Desember 2023.
Optimisme Ancelotti dan Keyakinan Arsenal
Meski berada dalam posisi terjepit, Carlo Ancelotti tak kehilangan keyakinan.
Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa Real Madrid punya modal kuat untuk membalikkan keadaan.
“Tim ini bersemangat dan dalam kondisi mental yang sangat baik. Real Madrid punya kualitas, pengalaman, komitmen, dan dukungan fans.
Semua sumber daya itu ada, tinggal bagaimana kami mengeluarkan yang terbaik dari diri kami,” ujar Ancelotti penuh percaya diri.
Sementara di kubu Arsenal, kesempatan mencapai semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub menjadi motivasi tersendiri.
Arteta menekankan pentingnya mentalitas juara dalam menghadapi laga hidup-mati ini.
“Ketika Anda ingin menulis kisah besar, Anda harus antusias, yakin dengan apa yang ingin Anda capai, lalu bertindak dengan ketekunan dan kesabaran,” ucapnya.
Musim lalu, Arsenal gagal melaju lebih jauh usai tersingkir di babak perempat final oleh Bayern Munich. Kini, mereka berambisi melangkah ke semifinal, sebuah pencapaian yang belum mereka raih sejak tahun 2009.
“Pengalaman musim lalu menjadi pelajaran berharga. Kami ingin memperbaikinya dan mencapai semifinal,” tambah Arteta.
Daftar Pemain Absen dan Kembali
Real Madrid akan kehilangan Eduardo Camavinga yang menerima kartu merah pada leg pertama.
Aurelien Tchouameni diprediksi akan menggantikan posisinya di lini tengah, berduet dengan Federico Valverde.
Beberapa pemain lain juga masih berkutat dengan cedera, seperti Ferland Mendy dan Andriy Lunin yang mengalami masalah otot, sementara Eder Militao dan Dani Carvajal belum pulih dari cedera lutut.
Di sisi Arsenal, Jorginho dipastikan tidak terbang ke Spanyol akibat cedera perut. Kabar baiknya, Thomas Partey dan Ben White telah kembali bergabung dalam sesi latihan.
Raheem Sterling, yang absen pada leg pertama karena skorsing, kini siap memperkuat The Gunners.
Namun, Arsenal tetap belum bisa menurunkan Gabriel Magalhães, Kai Havertz, Gabriel Jesus, dan Takehiro Tomiyasu yang masih dalam proses pemulihan cedera.
Strategi Madrid dan Ancaman Arsenal
Dalam kondisi tertinggal, Real Madrid diprediksi akan tampil menyerang sejak menit awal demi memburu gol cepat.
Analis sepak bola Adrian Clarke memprediksi penguasaan bola Madrid di laga ini akan jauh lebih dominan dibandingkan leg pertama yang hanya mencatat 46,6%.
Tantangan terbesar Madrid adalah mengatasi lubang di lini tengah yang ditinggalkan Camavinga.
Ancelotti kemungkinan akan mengandalkan Tchouameni dan Valverde sebagai poros permainan, meski hal ini bisa meninggalkan celah di sisi kanan pertahanan yang bisa dimanfaatkan Arsenal melalui serangan balik.
Arsenal sendiri memiliki senjata tajam dalam diri Kylian Mbappe yang tetap menjadi ancaman utama di lini depan.
Striker asal Prancis itu telah mengoleksi tujuh gol dalam delapan pertandingan fase gugur melawan klub-klub Inggris.
Selain itu, pergerakan Jude Bellingham dari sisi kiri ke posisi gelandang serang juga patut diwaspadai.
Gelandang muda ini dikenal cerdas dalam menciptakan peluang maupun mencetak gol dari lini kedua.
Arteta menegaskan bahwa aspek emosional menjadi kunci di laga ini, di samping kekuatan fisik dan taktik. “Dalam pertandingan besar, emosi memainkan peran yang sangat besar,” ujarnya.
Menjelang laga, Arteta juga menyatakan rasa hormatnya pada sejarah Real Madrid yang kerap membuat kejutan.
“Saya tidak akan menggunakan kata ‘takut’. Apa yang telah mereka capai, nilai-nilai yang mereka jaga, itu menginspirasi semua pelatih dan tim di seluruh dunia,” ungkap Arteta.
Sebaliknya, Ancelotti meyakini bahwa Bernabeu akan menjadi kekuatan tambahan bagi timnya.
“Madrid lebih memilih sepak bola yang efektif dibanding sekadar indah. Dan Bernabeu? Suasananya selalu mendukung kami dalam momen-momen sulit,” tutupnya.
Laga Penentu Menuju Semifinal
Pertandingan ini diyakini akan berlangsung ketat, dengan Real Madrid yang wajib menyerang habis-habisan, sementara Arsenal siap memanfaatkan ruang untuk melancarkan serangan balik yang mematikan.
Duel panas di Bernabeu malam nanti bisa jadi akan menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan di Liga Champions musim ini.
Kini tinggal menunggu jawaban, apakah Real Madrid kembali menciptakan keajaiban dan melangkah ke semifinal, atau Arsenal yang menulis kisah baru menuju empat besar Eropa setelah 16 tahun penantian? ***
