POJOKSATU.id - Real Madrid berhasil merebut gelar juara Liga Spanyol (La Liga) ke-36.

Setelah rival abadi mereka, Barcelona, mengalami kekalahan 2-4 dari Girona pada Sabtu (4/5).

Los Blancos memastikan gelar juara setelah mengalahkan Cadiz dengan skor 3-0.

Mengamankan posisi puncak dengan total 87 poin, unggul 13 poin dari Girona dan 14 poin dari Barcelona, sisa empat laga.

Kesuksesan Real Madrid dalam merebut gelar La Liga untuk kali keempat dalam 12 tahun terakhir didorong oleh beberapa faktor kunci, seperti yang diuraikan oleh AFP.

Baca Juga: FIFA Mengumumkan Pertandingan Tertutup antara Indonesia dan Guinea

1. Kontribusi Bellingham

Jude Bellingham,memberikan dampak besar pada permainan Real Madrid dengan mencetak 10 gol dalam 10 pertandingan pertamanya bersama tim.

Meskipun golnya berkurang di paruh kedua musim, Bellingham tetap menjadi pencetak gol terbanyak Los Blancos dengan 18 gol di La Liga.

2. Kinerja Kurang Optimal Barcelona

Barcelona, di bawah Xavi Hernandez, sering kali tampil di bawah performa terbaik mereka, terutama dalam pertahanan.

Dengan kebobolan 43 gol dan lima kekalahan sepanjang musim, Barcelona gagal bersaing dengan Real Madrid yang hanya kebobolan 22 gol dan satu kekalahan.

Baca Juga: Emil Audero Dimainkan : Inter Milan Menelan Kekalahan dari Sassuolo

3. Mental Juara

Real Madrid membangun tim dengan mentalitas juara yang kuat dan mampu menghadapi tantangan dari lawan manapun.

Mereka berhasil meraih kemenangan penting, termasuk dua kali mengalahkan Girona dan kemenangan dalam El Clasico melawan Barcelona.

4. Pertahanan Kokoh

Trio pertahanan Antonio Rudiger, Dani Carvajal, dan Aurelien Tchouameni membentuk pertahanan yang tangguh bagi Real Madrid.

Meskipun kehilangan pemain utama, mereka hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim, dengan kemampuan beberapa pemain untuk beradaptasi dengan posisi yang berbeda.

Baca Juga: Saat Norris Gagal Rebut Pole Position di Sesi Kualifikasi Grand Prix, Verstappen Kuasai Grid

5. Taktik Ancelotti

Carlo Ancelotti mengaplikasikan taktiknya dengan formasi 4-3-1-2 dan berhasil mengoptimalkan potensi pemain muda seperti Vinicius, Rodrygo, dan Bellingham.

Ancelotti juga memberikan kesempatan kepada pemain muda lainnya seperti Brahim Diaz dan Arda Guler.

Hal ini untuk menggantikan peran pemain senior, menunjukkan visi dalam membangun masa depan tim.***