Pelatih di Spanyol Meninggal Karena Virus Corona

Pelatih klub Atletico Portada Alta, Francisco Garcia.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih klub Atletico Portada Alta, Francisco Garcia dikabarkan meninggal dunia setelah mendapat perawatan akibat virus corona.


Pelatih berusia 21 tahun juga dilaporkan menderita leukemia yang memperburuk kondisinya. Ia dilaporkan menjadi korban termuda yang meninggal karena kasus virus corona sampai saat ini di Spanyol, dengan tingkat kematian tertinggi di antara para penderita di atas 70 tahun.

Diketahui, sepakbola Spanyol dihentikan untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Pasalnya, tercatat sebanyak 9.190 kasus corona dengan angka kematian mencapai 309 jiwa.


Dalam pernyataan resmi klub, Garcia meninggal pada hari Minggu (15/3) kemarin. Ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Regional Malaga setelah hasil tes menyatakannya positif mengidap virus corona.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, diketahui pula Garcia menderita leukemia. Hal ini memperburuk kondisinya.

“Kami ingin mengungkapkan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman-teman dan sahabat dari pelatih Francisco Garcia yang telah meninggalkan kita, hari ini,” demikian pernyataan Atletico.

“Sekarang apa yang kami lakukan tanpa Anda, Francis? Anda selalu berada bersama kami, membantu kami. Bagaimana kami bisa tetap menempuh perjalanan jauh di liga? Kami tidak tahu caranya, tapi kami pasti akan melakukannya untuk Anda. Kami tidak akan melupakan Anda, beristirahatlah dengan tenang, fenomenal. Selamanya.”

Sementara itu, klub Divisi Seguna atau kasta kedua Spanyol, Malaga juga mengucapkan belasungkawa melalui akun Twitter mereka.

“Dari klub, kami ingin menyampaikan kepada Atletico Portada Alta rasa belasungkawa terdalam kami atas meninggalnya salah satu pelatih mereka, Francisco Garcia, serta mengirim pelukan hangat kepada keluarga dan teman-temannya. Bersama-sama, kita harus menghentikan COVID-19,” tandasnya.

(zul/pojoksatu)