Rahasia Dibalik Masker ‘Altitude’ Gareth Bale

Gareth Bale - Gelandang Real Madrid (cathoward.com)

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Gareth Bale telah menjadi pria bertopeng dalam beberapa hari terakhir ini.


Dalam sebuah latihan kebugaran di Valdebebas, Madrid, pria Wales itu tampak selalu mengenakan masker untuk menutupi mulut dan hidungnya.

Dilansir Marca, masker yang dinamakan altitudemask atau masker ketinggian itu ternyata bukan sembarang masker, melainkan memiliki fungsi penting bagi asupan oksigen si pengguna.


Masker yang dijual seharga EUR 80 atau setara Rp1,3 juta itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas fisik dan meningkatkan pernapasan, yang keduanya merupakan kunci kecepatan dan kekuatan Bale selama ini.

Dengan memakai masker ini, si pemakai bisa mengatur jumlah udara yang bisa dikonsumsi, termasuk juga mengurangi jumlah oksigen yang dikonsumsi tubuh.

Dengan demikian, masker ketinggian ini juga dirancang untuk meningkatkan kekuatan paru-paru pengguna, produksi energi, kekuatan fisik dan mental mereka, serta meningkatkan respirasi anaerobic si pemakainya.

Selain itu, masker ini juga bisa mendorong produksi sel darah merah yang membawa oksigen melalui tubuh dan mengaktifkan hormon erythropoietin (EPO) yang membantu mendapatkan oksigen ke otot.

Intinya, masker ini mensimulasikan kondisi di ketinggian 1000 hingga 5000 meter di atas permukaan laut (mdpl), meskipun tidak disarankan bagi pesepakbola mensimulasikan situasi di atas 4000 meter atau sebaiknya digunakan lebih dari sekali atau dua kali dalam seminggu.

Namun, Gareth Bale adalah salah satu yang pertama dan intens menggunakan sistem baru ini, kendati altitudemask ini juga dipakai telah sejumlah pemain West Ham United dan Crystal Palace.

“Ini membantu kita dalam pramusim dan untuk memulihkan pemain yang cedera, ini adalah alat yang sangat berguna karena mudah dan nyaman digunakan,” kata kepala fakultas West Ham, Stijn Vandenbroucke dalam sebuah testimoninya yang dilansir Marca.

(qur/pojoksatu)